Free Bitcoin

Get Free Bitcoin Here

Thursday, April 10, 2003

PDA = Produk Disposable Ah...

Dibalik kecanggihan sebuah PDA (Personal Digital Assistant) ada hal yang sangat disayangkan, bagaimana tidak, sebuah produk yang berharga jutaan rupiah hanya memiliki life cycle yang pendek dan Sistem Operasi yang tidak dapat di-'upgrade' tidak seperti halnya sebuah PC yang Sistem Operasinya bisa di-upgrade, bahkan dapat dipasang lebih dari satu operating sistem sekaligus.

Sepertinya sebuah PDA atau PocketPC dibuat sebagai produk disposable yang mau tidak mau harus "dibuang" dan diganti dengan produk baru jika ingin memiliki sistem operasi yang lebih baru, sama seperti halnya kertas tisue, kertas pewangi, serbet makan atau sejenisnya. Saat ini memang banyak aplikasi Add-on yang bisa dibongkar dan dipasang kedalam sebuah PDA tapi tidak untuk sistem operasinya.

Bahkan Sistem operasi PocketPC (dulu dikenal dengan WindowsCE) terkadang tidak kompatibel dengan aplikasi Add-on lama, kasus serupa sering dialami oleh Operating System Windows pada PC, setiap muncul Windows versi baru pasti ada beberapa software aplikasi yang menjadi korban (baca:tidak bisa jalan), berbeda dengan sistem operasi Palm yang lebih konsisten dalam hal kompatibilitas menangani aplikasi lamanya, sehingga pemilik Palm lama tidak usah mengganti aplikasi favoritnya jika mempunyai produk Palm degan sistem operasi yang lebih baru, walau begitu tetap saja System operasi Palm tidak upgradable.

Memang begitulah kenyataannya, di dunia ini tidak ada yang sempurna, bahkan untuk perangkat canggih dan mahal sekalipun. Semuanya tinggal kembali kepada selera dan tingkat kebutuhan kita. Dari kenyataan ini sepertinya produk perangkat genggam (PDA, PocketPC dan SmartPhones) belum menunjukkan sebuah titik pemberhentian seperti pengalaman kita dalam menggunakan sebuah PC, notebook atau laptop dalam menyelesaikan pekerjaan kita sehari-hari.[Q]

Monday, March 31, 2003

Technology Life Cycle

Sebuah produk teknologi terkadang memiliki "life cycle" yang lebih pendek, produk yang sebelumnya dianggap canggih dan eksklusif menjadi begitu basi karena munculnya produk dan teknologi yang lebih baru, dan itu hanya berjalan rata-rata kurang dari satu semester, lihat saja yang terjadi pada komputer PC, Ponsel dan PDA, semuanya berjalan begitu cepat, bahkan ketika kita baru keluar dari sebuah toko setelah membeli produk baru ada produk lain dengan teknologi yang lebih baru muncul dipasaran.

Namun celakanya terkadang perkembangan hardware atau device baru selalu lebih cepat dari perkembangan infrastruktur yang ada sehingga penggunaan dari produk itu menjadi tidak optimal. Kita lihat saja perkembangan ponsel saat ini, sudah sejak lama para produsen ponsel membuat perangkat yang dapat mengakses data dengan sebuah ponsel seperti WAP, mengakses internet, MMS, EMS, Bluetooth, GPRS, EDGE, WCDMA namun dalam kenyataanya baru negara Jepang-lah yang meng-implementasikan teknologi ponsel 3G ini. Dan baru-baru ini beberapa operator ponsel di Indonesia menyediakan fasilitas GPRS dan MMS namun itupun hanya dibeberapa kota besar saja.

Lihat juga perkembangan PDA atau PocketPC saat ini, fasilitas yang terdapat dalam sebuah komputer genggam yang berukuran tidak lebih dari telapak tangan orang dewasa, begitu sangat menggoda, fasilitas Wi-Fi dan GPRS yang memungkinkan kita dapat mengakses data layaknya sebuah desktop PC dapat memenuhi kehausan mereka yang memiliki mobilitas tinggi, namun itu tadi, infrastruktur di negara kita tidaklah sama dengan infrastrukutur yang terdapat di negara tetangga seperti Singapura, Korea dan Malaysia misalnya. Jangankan teknologi wireless, kwalitas koneksi Internet yang sudah lama ada dinegara kita saja masih belum mampu menyaingi kwalitas koneksi yang ada dinegara-negara tetangga.

Lebih celaka lagi masyarakat kita terkadang terlalu konsumtif, sehingga ketika ada produk baru yang muncul mereka langsung membeli tanpa melihat kebutuhan sesungguhnya dan tidak dapat mengoptimalkan fasilitasnya. Apakah kita benar-benar memerlukan ponsel layar warna hanya untuk ngobrol atau kirim SMS?, apakah kita benar-benar memerlukan PDA atau PocketPC ber-Wi-Fi dan ber-GPRS hanya sekedar mengatur jadwal kegiatan atau menyimpan nomor telepon saja?, Sungguh suatu penghamburan bagi mereka yang memiliki teknologi baru yang mahal namun tidak dapat menggunakannya secara optimal.[Q]

NB : Jika memang Infrastrukturnya sudah tersedia secara merata, lebih tepat kiranya jika ponsel berkamera atau PDA berkamera digunakan untuk Polisi atau Wartawan yang bisa mengirimkan gambar dan berita secara langsung dari tempat kejadian dengan menggunakan fasilitas MMS dan EMS lewat jalur GPRS.