Free Bitcoin

Get Free Bitcoin Here
Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Monday, November 04, 2013

Dahan Study Club, "istana ilmu" di pelosok kota Subang.



Setiap anak adalah harapan bangsa, namun tidak sedikit anak-anak yang terabaikan oleh orang tuanya karena faktor-faktor tertentu. Ada seorang wanita lulusan sebuah Sekolah Tinggi di Subang yang telah mengabdikan dirinya untuk membantu anak-anak disekitarnya untuk memberikan pendidikan agar anak-anak dilingkungannya menjadi lebih mandiri, percaya diri dan lebih optimis menghadapi kehidupan.

Thursday, October 03, 2013

BlackBerry-ku sayang, BlackBerry-ku malang


BlackBerry telah menjadi perangkat yang menemani saya sejak hampir lima tahun lalu ketika saat itu belum ada distributor resmi yang memasukkan penjualan BlackBerry ke Indonesia. Salah satu sumber informasi seputar BlackBerry dan solusi tips trick yang bisa didapat adalah melalui Internet dan mailling list (milis).


Tuesday, August 13, 2013

Aghniyya digendong ayah


Aghniyya adalah anak kedua saya setelah 10 tahun selisih dari anak pertama kami (Alfito) lahir, tanggal 14 Februari 2013 menjadi hari yang berbahagia karena anak kedua kami Aghniyya Azahra Putri Rosgani telah lahir.

Wednesday, July 03, 2013

Membuat kopi susu dengan Vietnam Drip


Well, bagi para pecinta kopi mungkin Vietnam Drip bukanlah benda yang aneh, saya sendiri bukan pecinta kopi sejati, namun telah mengenal alat ini beberapa tahun lalu dari salah satu situs yang ada di Internet.

Tuesday, February 12, 2013

Bermain-main dengan Knoppix 7.0.4


Setelah sebelumnya saya asyik ngoprek Ubuntu, belakangan saya mulai mencoba untuk mengunduh distro Linux lain dalam bentuk file .iso untuk selanjutnya saya jalankan melalui USB Flashdisk saya, ternyata saya menemukan distro Knoppix v7.0.4 yang kini memiliki tampilan lebih menarik.

Monday, December 24, 2012

Sehari bersama Hermawan Aksan



Sebelumnya saya sama sekali tidak mengenal siapa sosok Hermawan Aksan, namun ketika saya mengikuti acara "Aku, Kamu dan Buku" sebuah acara santai yang diadakan oleh penerbit Tiga Maha yang digagas Mas Yanu saya mengenal Kang Hermawan sedikit lebih jauh apalagi ketika membaca karya-karyanya yang begitu "nyastra".

Sunday, October 21, 2012

Mencoba aplikasi Blogger for Android


 Sudah lama saya menantikan aplikasi ini, walaupun sebelumnya ada aplikasi Blogger Droid namun rasanya aplikasi tersebut masih perlu perbaikan saat itu.

Thursday, September 27, 2012

Ngoprek Android lagi...


Akhirnya saya kembali "ngandroid" setelah sebelumnya pernah menggunakan ZTE Blade, baru-baru ini saya kembali menggunakan ponsel Android dengan meminang sebuah HTC Desire Bravo. Ya ini model HTC lama yang dirilis sekitar September 2010, kenapa memilih ponsel ini? alasannya sederhana "budget" :)

Namun salah satu alasan terbesar saya untuk menggunakan Android adalah karena; pertama Instagram dan kedua adalah belajar bagaimana me-root perangkat Android, ya, mungkin telat untuk saya karena baru kali ini saya bisa ngoprek Android lagi (baca=ngandroid).

Friday, November 19, 2010

Facebook v1.9 tidak bersahabat dengan BlackBerry jadul

Ramai-ramai adanya update dari aplikasi Facebook v1.9 untuk perangkat BlackBerry ternyata menyita perhatian sebagian pengguna BlackBerry untuk segera mengunduh dan memasang aplikasi Facebook klien ini pada perangkat BlackBerry mereka, tak terkecuali saya yang juga latah untuk mencoba menginstal aplikasi tersebut di BlackBerry 8800 yang saya gunakan.

Apa pasalnya bahwa dengan secara tiba-tiba saya ingoin menginstal aplikasi ini di BlackBerry? Tiada lain karena saya ingin mencoba fitur Places yang dimiliki oleh Facebook v1.9 ini. Places adalah sebuah fitur baru yang disematkan untuk memungkinkan penggunanya dapat berbagi lokasi ketika mereka memposting sebuah status melalui perangkat BlackBerry yang memiliki fitur GPS.

Namun sayangnya, saya tidak dapat menginstal aplikasi tersebut dan muncul keterangan yang kurang lebih mengatakan bahwa perangkat yang digunakan tidak cocok untuk aplikasi Facebook v1.9 ini.
Namun jika ditilik dari fitur Place tersebut, sebetulnya saya (atau semua pengguna ponsel manapun) masih dapat menggunakan fitur yang sama dengan menggunakan bantuan aplikasi Foursquare, dimana aplikasi ini juga memberikan informasi serupa dengan Facebook Places dan bahkan saya masih berasumsi bahwa fitur Places ini lahir karena adanya layanan Foursquare. Dengan layanan yang diberikan Foursquare bahkan kita dapat memposting status (dan posisi lokasi kita) tidak hanya dengan facebook namun bisa jug dikirim ke akun Twitter milik kita.

Belakangan saya mendapatkan informasi bahwa fitur Places pada Facebook v1.9 hanya dapat berjalan pada perangkat BlackBerry dengan OS 5 dan OS 6 saja, sehingga pantas saja BlackBerry 8800 (Huron) yang saya gunakan tidak dapat menginstal aplikasi Facebook ini.

Wednesday, July 14, 2010

Semoga bisa datang ke ICS 2010

Mulai tanggal 14 hingga 18 Juli 2010, di Jakarta digelar Indonesia Cellular Show (ICS) 2010. Ini merupakan pameran selular terbesar di Indonesia yang menampilkan produk-produk gadget, ponsel dan "ratjoen" terbaru lengkap dengan layanan yang diberikan oleh operator di Indonesia.

Acara yang berlangsung di Jakarta Hall Convention Center (JHCC) ini juga dimeriahkan oleh artis dan hiburan lainnya, so pasti ada juga promo produk terbaru dan presentasi dari para produsen yang dibumbui dengan doorprize.

Sayangnya, saat tulisan ini dibuat saya belum bisa memastikan bisa datang atau tidak ke acara tersebut, karena jadwal di kantor saya yang padat sehubungan dengan penerimaan siswa baru dan kebetulan harus jadi pembimbing anak-anak PSG (Praktek Sistem Ganda), sedangkan hari-hari berikutya akan diwarnai dengan serangkaian meeting sehubungan dengan acara sepeda santai yang akan saya gelar bersama DISBUDPARPORA Kabupaten Subang pada tanggal 1 Agustus 2010 nanti.

Jika pun saya tidak bisa pergi ke acara ICS, saya ambil hikmahnya saja "agar saya tidak teracuni" oleh gadget-gadget yang dipamerkan, jikapun besok-besok saya bisa berangkat, itu artinya saya bisa membuat live report untuk blog ini dan mengambil foto beberapa perangkat dan gadget yang dianggap menarik untuk saya ulas disini.

So... Let wait and see....

Thursday, December 31, 2009

Top 10 Things I Learned From Google in 2009

As loyal readers know -- and much to the chagrin of at least one fellow columnist -- I've devoted a lot of time and word-count this year documenting what I've learned from Google. In August I wrote "Everything I Need to Know About Marketing, I Learned From Google." In it, I shared 10 simple but elegant lessons Google taught the marketing world along with examples of companies that were putting these concepts into play.

That column generated a strong response from the MediaPost community, so I followed up it up with another five lessons and then another five. Once the Google juice started flowing, I couldn't stop -- so I went on to cover five lessons Google taught us about product development before spilling a three-part-series on general business lessons learned from Google. Finally, I had a little fun contemplating what I learned from Google about dating.

Today, I'd like to broaden the filter even more and share the top 10 things I learned from Google this year...

1. Google is fascinating. Clearly, I'm not the only one obsessed with Google. In 2009, Google was not only the most visited Web site, but the most valuable brand in the world. From Google Wave to the Google phone to the real Google phone, we hung on every announcement out of Mountain View. This year, the Big G was officially deified when Jeff Jarvis released "What Would Google Do?" (Be sure to get the 411 on WWGD and see how it compares to my forthcoming book -- more on the latter later.) Not satisfied with comparisons to Christ, Google even managed to track down Santa Claus this year

2. In the future, everyone will be famous for 15 seconds. With Google incorporating real-time results on the SERP, you don't have to crash a state dinner or sleep with Tiger Woods to get mass exposure. (Those are, however, both good ways to get crabs.) Instead, just tweet about a trending topic and you can garner a page-one Google listing. But beware, such fame is fleeting. With results continually updating dynamically, you're lucky if your ranking lasts 15 seconds, much less 15 minutes.

3. Faster is better. 2009 was the year Google decided the Web wasn't nearly fast enough for you. In June, it broke a campaign called "Let's make the Web faster" and opened up its Page Speed tool. In August, it unveiled "Caffeine," shaving precious tenths-of-seconds off loading times. Later, in December, it introduced Google Public DNS. As Jarvis observes in WWGD, "Google has made us impatient people, more than we know. If we can get any of the world's knowledge in a blink, why should we wait on hold or in line or until your office opens."

4. Google knows us better than we know ourselves. In May, Google added new features to Google Suggest, including personalization. (Proving that the power of suggestion cannot be ignored, Mashable captured some of the funniest Google Suggest results.) Google also launched personalized recommendations for Google Reader in October. And, finally, in December, Google rolled out personalized search for everyone, regardless if you have a Google account and/or are logged in. While personalization is great, I've long worried that it will create self-fulfilling prophecies. Nonetheless, perhaps it's time to admit that Google knows best.

5. Birds of a feather flock together. I've always thought that the perfect search engine would incorporate signals from my social graph. This year, Google demonstrated that it agreed. But not in the way I had hoped. In October, Google bowed a social search experiment in labs. This feature allows content from people in your social graph to bubble up in the results. And, while that's all fine and dandy, I'd find it more helpful if the content preferred by my friends, not created by them, bubbled up to the top. I'd love to see a Sidestep-like slider that allows me to toggle the SERP based on listings most-often clicked on by my friends and connections. I'd also like to be able to easily see the most popular listings based on general demo and geo selects -- that is, results preferred by men 25-54 in Chicago.

6. There is a place for display ads on SERPs. I felt like an old 49'er finding gold in them thar hills when I searched for a "wireless monitoring system" one fine Saturday in November and found graphic ads on the Google results page. Like Woodward and Bernstein blowing the whistle on Watergate, I quickly grabbed screenshots and posted them to my blog. Turns out these were just Product Listing Ads announced by Google a few days earlier. To be sure, I've been calling for display ads on SERPs since 2007 when I wrote in my Search Insider column, "as long as the ads are relevant, non-interruptive and clearly marked 'sponsored' -- like current PPC text listings -- I think display ads on SERPs could be received well (or at least not cause mass revolt)." Looks like my wish has been granted. I'd still like to see Google push the envelope further on the SERP from an advertising standpoint -- specifically, allowing creative unit rotation using tools like Teracent (which Google bought last month) and third-party serving.

7. Mobile marketing has arrived. In November, Google gave us 750 million reasons why mobile is now a viable part of the marketing mix. And, while we may still be awaiting the ideal ad format -- sorry, banner ads on WAP sites and in apps just don't do it for me -- there's no denying that mobile should be a part of every marketer's consideration set.

8. You can mask anything with a pretty dashboard. During my tenure on the agency side, I became all-too aware of the power of the dashboard. In new business pitches, I would watch in amazement as clients drooled over anything we put on the screen that flashed, blinked and had moving dials. And when we showed dashboards that integrated search data with other media channels, you'd have thought we had just given a demo of the first slide projector. (Don Draper would be proud.) In November, Google stole a page from agency pitch-theater by unveiling a dashboard of its own meant to dazzle privacy advocates. I'm not sure this will have the same effect, though.

9. We live in a sick world. While swine flu was busy sweeping through barns and classrooms around the world this year, Google was busy tracking it through Google Flu Trends. In October, Google expanded this project to 16 additional countries so people could figure out how many disposable masks and gloves they needed to pack before traveling.

10. It's time to throw the book at 'em. Two weeks ago, I agreed to terms with McGraw-Hill to publish a book with the working title, "Everything I Know About Marketing, I Learned From Google." My manuscript is due March 31 for a fall 2010 release so, for the near-term, I'll be pouring all of my creative writing energy into my book. Accordingly, I won't be writing original content for my bi-weekly Search Insider column in Q1. Instead, I'll be sharing excerpts from the interviews I'm conducting with various industry luminaries about marketing lessons learned from Google that will be peppered throughout my book. On Jan. 13, you'll read the first in this series featuring the wise words of Seth Godin.

I'd like to thank MediaPost for supporting this project and all of you for reading and participating. Please share your thoughts via comments below and @LearnFromGoogle on Twitter. Sorry, Rob, you'll have to put up with this thread for a little while longer.

As we wave goodbye to 2009, I'd like to wish you all a happy and healthy new year and plenty of Googspiration in 2010!

[via MediaPost]

Tuesday, August 18, 2009

Perlukah kita menggunakan aplikasi GPS pada iPhone?


Seperti yang kita ketahui baru-baru ini koleksi aplikasi pada halaman App Store milik Apple telah bertambah dengan adanya aplikasi GPS yang dibuat oleh TomTom Navigator, salah satu perusahaan pembuat aplikasi GPS dan kini aplikasi GPS tersebut telah ada untuk perangkat Apple iPhone.

Dengan aplikasi ini, perangkat iPhone bisa disulap menjadi perangkat GPS (Global Positioning System) sehingga dapat menunjukkan arah dan memberitahukan posisi dimana kita berada layaknya sebuah GPS. Namun perlukah kita menggunakan aplikasi tersebut dalam iPhone kita?.

Keberadaan perangkat konverjensi memang sangat memudahkan kita, dimana kita hanya tinggal membawa satu perangkat saja ketimbang membawa berabagi alat, dalam hal ini adalah sebuah GPS. Dengan Aplikasi TomTom Navigator pada iPhone kitatentu tidak direpotkan untuk membawa ponsel dan GPS secara terpisah, namun perlu kita perhatikan juga bahwa aplikasi Tomtom Navigator ini berharga US$ 100, jika kita akan menggunakan iPhone sebagai perangkat GPS pada kendaraan kita, kita memerlukan paling tidak tiga perangkat tambahan, diantaranya; dudukan (mounting) untuk menahan iPhone, charger tambahan dan antena external.

Dudukan (mounting) berfungsi untuk menyimpan ponsel kita di atas dashboard mobil, sehingga dengan adanya mounting ini, kita lebih mudah untuk melihat layar iPhone. Saat ini ada berbagai macam type dan merek mounting untuk iPhone, namun hingga sa'at ini harga termurah masih diatas Rp. 500 ribu.

Car charger(charger mobil), dengan memfungsikan iPhone sebagai alat GPS, ini akan lebih menguras baterai dan kita memerlukan charger mobile untuk iPhone kita, harga termurah untuk perangkat ini adalah Rp. 150 ribu, untuk lebih hemat kita bisa menggantinya dengan adapter yang bisa menjadi sambungan untuk charger bawaan iPhone ke pematik rokok elektronik dalam mobil. Adapter ini seharusnya bisa berharga lebih murah dari harga charger mobil itu sendiri.

Antena eksternal, ini berfugsi untuk memperkuat sinyal GPS agar iPhone dapat menerima sinyal GPS lebih kuat untuk menjaga akurasi dari satelit GPS terhadap iPhone kita, saat ini harga antena GPS eksternal termurah berkisar antara Rp. 200ribu-an lebih.

Ada satu hal yang harus kita ingat, bahwa aplikasi Tomtom Navigator pada iPhone masih memerlukan software peta tambahan yang harus kita pasang, harga peta ini bervariasai menurut lokasi dan negara yang bersangkutan, untuk peta Jawa-Bali saja memiliki harga Rp 750 ribu. Belum peta untuk kota atau negara lain, jika memang kita membutuhkan peta lain dalam iPhone kita.

Selain itu, kita harus harus menerima kenyataan bahwa iPhone adalah sebuah ponsel sebagai alat komunikasi kita baik suara maupun SMS, jadi bersiap-siaplah terganggu dengan panggilan telepon, SMS atau e-mail yang masuk ketika kita sedang menjadikannya sebagai perangkat GPS, dan itu berarti akan terjadi interupsi ketika iPhone sedang kita gunakan sebagai GPS.

Tentu akan lebih mudah rasanya jika kita menggunakan perangkat GPS secara mandiri, dengan harga kurang dari Rp. 2 juta-an kita sudah mendapati satu paket GPS Garmin Nuvi yang siap digunakan lengkap dengan mount, antena eksternal dan peta. GPS ini bahkan memiliki fitur voice guidance (pesan penujuk arah berupa suara) yang lebih memudahkan kita disaat kita menyetir, sehingga padangan kita tidak harus lepas dari jalanan. Terlebih ketika beberapa negara bagian Amerika saat ini melarang penggunaan ponsel saat menyetir mobil, rasanya GPS yang 'benar-benar GPS' adalah solusi yang murah dan cerdas ketimbang menggunakan iphone sebagai perangkat GPS. [Q]

Catatan:
Tulisan ini merupakan opini penulis, penulis tidak memiliki hubungan apapun dengan TomTom Navigator, iPhone dan Garmin GPS. Jika ada diantara pembaca yang tidak setuju dengan tulisan ini atau memiliki solusi lain mengenai penggunaan GPS pada iPhone atau perangkat bergerak, silahkan kirimkan komentar Anda.

Monday, August 03, 2009

Fenomena Facebook; Tukang Mie Ayam aja punya Pesbuk


Kejadian ini bermula ketika secara tak sengaja aku berpapasan dengan tukang Mie Ayam keliling yang biasa beredar di depan rumah.

Siang itu, kulihat dia tengah berasyik masyuk di pinggir jalan, cekikikan sambil melihat sesuatu yang ada di tangannya. Bahkan saking asiknya, gerobak mie ayam itu ditinggalkannya begitu saja, seakan mengundang pemulung jail untuk mengangkutnya.

Karena penasaran, diriku pun bertanya :

"Mas Jason (panggil saja demikian, karena dia sering dipanggil Son ama pelanggannya "Son.. mie ayamnya siji maning sooon.."), sedang apa kok asik bener di pojokan?" tanyaku

"Eh mas ganteng...( satu hal yang aku suka dari Jason adalah : Orangnya suka bicara Jujur!), ini mas, lagi update status!!..."

WADEZIG!!

"weehhh... njenengan fesbukan juga to??" tanyaku heran

"Ya iyalah mas... hareee geneee ga fesbukan?!.. .
Lagian kan lumayan juga buat menjaring pelanggan lewat fesbuk, kata pak Hermawan Kertajaya kan dalam berdagang kita harus selalu melakukan diferensiasi termasuk dalam hal pemasaran mass.. "

GLEK!! kalah gw

Gw yang sering naik Kereta ke jawa aja gak tau kalo ada yg namanya Hermawan Kereta Jaya

"emang mas statusnya apa?" tanyaku penasaran

"nih mas aku bacain :
Promo Mie Ayam, beli dua gratis satu mangkok, beli tiga gratis nambah kuah, beli empat gratis timbang badan... takutnya anda obesitas...
Segera saya tunggu di gang Jengkol, depan tengkulak Beras Mpok Hepi. Mie Ayam Jason : Melayani dengan Hati... ampela, usus dan jeroan ayam
lainnya.."

GUBRAK!!
Dua kosong untuk mas jason...
Gw yg uda lama fesbukan aja ga bisa bikin status se atraktif dia..

Tapi ada yg aneh pas kulirik ke henpon yang dia pake aku kira henponnya blekberi atau minimal nokia seri baru yang uda bisa pake internetan Selidik punya selidik, ternyataa... . henponnya lawas bin jadul... HP yang masih monokrom, suara belum poliponik, dan masih pake antena luar kayak radio AM

"mas, tapi kok bisa update fesbuk pake henpon sederhana gitu? (bahasa halusnya henpon lawas) Gimana caranya??

"Owwh.. gampang mas, saya tinggal nulis statusnya lewat SMS lalu kirim ke Tri? jawab dia datar

"Ohh.. mas nya pake Kartu Three ya? Yang gratis internetan itu?"

" Bukaaaan mas, Tri itu lengkapnya Tri Ambarwati... Dia itu pacar saya, sama-sama dari Tegal, yang kerjaannya jagain Warnet 24 Jam! Jadi kalo butuh update, tinggal sms dia aja nanti dia yang gantiin status saya, Lha wong dia tiap hari di depan komputer jagain warnet. Paling sebagai balesannya saya gratisin mie ayam seminggu sekali... murah to..."

Mendadak kepalaku pusing, Bagaikan menderita dehidrasi akut sekaligus hipotermia tingkat tiga, aku limbung mendengar jawaban spektakuler dari mas jason...
BRUK!!

"lho mas.. mas... jadi beli mie ayam ndak...kepriben iki?"

MAU UPDATE STATUS GRATIS
PAKE TRI

MAU ???

Wednesday, June 10, 2009

Laporan Pandangan Mata: Launching Nokia N97

Selasa 9 Juni 2009 lalu saya mendapat undangan dari Nokia untuk menghadiri acara Launching Nokia N97, salah satu produk masterpiece Nokia seri N dari Nokia. Acara yang bertajuk "Nokia N97 Exclusive Review for Blogger&Media" itu diadakan di Poste Cafe & Resto, East Building, Jl. Lingkar Mega Kuningan. Acara yang menurut jadwal dimulai pukul 17:30 itu ternyata sedikit mundur satu jam, padahal saya sudah berada di lokasi mulai pukul 16:00. Acara ini memang dikhususkan bagi para blogger karena sehari sebelumnya Nokia juga sudah mengadakan event serupa khusus untuk rekan-rekan media.

Sebelum acara dimulai, saya sempat bertemu dengan beberapa kenalan baru, mereka adalah para blogger senior yang memang sudah memiliki reputasi masing-masing, diantaranya adalah Mas Fahmi (http://mfahmia2705.blogspot.com) salah satu anggota Asian Blogging Network, beliau juga yang meminjamkan saya ponsel kamera N70-nya sehingga LiveBlogging saya tidak terlalu garing dan lebih bercerita, ada juga Mas Amril Taufik Gobel, beliau adalah blogger yang datang dari Cikarang, dengannya saya sempat membicarakan mengenai keberadaan komunitas blogger di daerah kami masing-masing karena itu saya mengundang Mas Amril untuk melakukan sharing seputar komunitas blogger. Adapula Mas Amir Karimuddin (http://amir.karimuddin.com), beliau adalah editor di 3GWeek.net salah satu blog gadget yang dibuat oleh Mas Budi Putra (http://www.budiputra.com), Mas Budi Putra sendiri menjadi perwakilan dari semua blogger yang hadir disitu untuk memberikan testimoni terhadap produk Nokia N97.

Salah satu blogger yang menarik perhatian saya di event tersebut adalah Mas Fajar Jasmin (http://www.fajarjasmin.com), beliau adalah blogger yang mengidap HIV Positif namun dengan penyakit yang dideritanya beliau justru ingin memberikan yang terbaik dengan sisa hidupnya, Mas Fajar juga seorang yang gemar membaca, selain terlihat di blognya berisi review buku-buku yang pernah dia baca, beliau juga kerap membawa Kindle eBook reader, sebuah perangkat pembaca buku elektronik buatan Amazon.com.

Yang tidak saya sangka adalah kemunculan Pak HSW aka Herry SW, kolomnis khusus ponsel asal Surabaya ini ternyata diundang juga oleh pihak Nokia, beliau adalah salah seorang penulis gadget senior yang juga member berpengaruh di milis Gadtorade, ini merupakan perjumpaan ke tiga kali saya dengan Pak HSW, sebelumnya kami pernah bertemu pada acara gathering Gadtorade di Bandung dan Jakarta beberapa waktu lalu.

Acara dibuka oleh seorang MC, Mas Andi Hoo dari Surabaya yang sengaja datang khusus untuk memandu event ini, Mas Andi Hoo juga seorang blogger gadget, blognya yang beralamat di http://www.andihoo.com dia tunjukkan kepada saya menjelang acara berlangsung.

Bapak Eka Anwar selaku Marketing Manager - Messaging, Convergence & Social Location dari Nokia memaparkan Nokia N97 sebagai produk masterpiece di jajaran Nokia seri N saat ini yang memiliki fitur-fitur yang berbeda dari produk Nokia seri sebelumnya. Lalu Diselingi oleh Mas Budi Putra yang sengaja di undang untuk berbicara kedepan sebagai perwakilan dari blogger yang menjelaskan kelebihan dari fitur-fitur N97 yang bermanfaat bagi para blogger.

Disusul oleh Bapak Trisnawan selaku Marketing Manager PT Nokia Indonesia memberikan presentasi live demo mengenai fitur dan kelebihan dari widget yang dimiliki Nokia N97. Pada Sesi ini Pak Trisnawan menjelaskan tentang widget yang terdapat pada Nokia N97 dan mendemokan secara teknis bagaimana sebuah widget bisa disesuaikan dengan selera masing-masing pengguna.

Ibu Haryati Lawidjaja selaku service Marketing Manager memberikan presentasi seputar Ovi Store dari Nokia sebagai one-stop shop untuk pengguna Nokia membeli berbagai macam konten mulai dari aplikasi, game, podcast, video, layanan berbasis web dan lokasi, aplikasi produktifitas dan masih banyak lagi. Ovi juga menyediakan SDK (software development kit) bagi para pengembang yang ingin ikut berpartisipasi dalam mengembangkan aplikasi untuk Nokia.

Setelah sesi presentasi diadakan sesi tanya jawab, dan saya sendiri memberikan pertanyaan seputar kompatibilitas PC Suite yang digunakan oleh Nokia N97 dengan sistem operasi Macintosh, Pak Trisnawan menjawab pertanyaan saya bahwa untuk saat ini Nokia PC Suite hanya kompatible dengan Windows XP, namun bagi para pengguna Macintosh dapat mengunduh aplikasi iSync, yakni sebuah aplikasi sinkronisasi untuk Nokia di situs http://www.apple.com/iSync.



Setelah sesi tanya jawab, para tamu undangan dipersilahkan untuk mencoba produk Nokia N97 yang sudah disiapkan, beberapa produk Nokia N97 sudah siap dicoba dan kesemuanya telah dipasangkan dengan TV layar datar sehingga tampilan N97 bisa terlihat lebih besar dan jelas. Secara default, Nokia N97 sudah memiliki kemampuan VGA-out karena itu dalam setiap paket penjualannya sudah disertakan kabel TV VGA-OUT.

Saat itu saya mencoba membuka situs blog saya yang sedang menampilkan Live Blogging acara Launching Nokia N97 tersebut dan Pak Trisnawan dari Nokia yang saat itu menemani saya sempat terkagum-kagum dengan hasil Live Blogging yang saya lakukan.

Acara ditutup dengan makan malam bersama yang diselingi dengan pengundian hadiah untuk mendapatkan sebuah Nokia N97 secara gratis, kontan semua tamu undangan sesaat merasa tegang. Mas Rendy Maulana merupakan seorang blogger yang beruntung malam itu karena bisa mendapatkan sebuah Nokia N97 secara gratis.
Sebelum meninggalkan lokasi, para tamu undangan yang kebanyakan adalah blogger sempat berfoto bersama dengan para petinggi Nokia Indonesia. Semua tamu undangan juga mendapatkan merchandise dari Nokia berupa TShirt, Tas Laptop, USB Flash drive dan beberapa hardcopy yang berisi product knowledge dari Nokia.[Q]

Monday, May 25, 2009

Flash Prabayar: Solusi Praktis Akses GPRS.

Alhamdulillah, akhirnya kini Telkomsel mengeluarkan layanan GPRS Flash Prabayar dengan tarif yang lebih bersahabat.

Jika pada awal-awalnya Telkomsel mengenakan tarif Rp. 10/KB lalu turun menjadi Rp.5/KB untuk akses GPRS, namun penurunan tarif itu tetap saja memberatkan bagi sebagian pengguna Internet Mobile, mengingat tarif tersebut dihitung secara volume-based dimana tarif itu akan dikenakan sesuai dengan jumlah data yang kita gunakan.

Dengan adanya Flash Prabayar, pengguna diberi keleluasaan untuk memilih tarif sesuai paket yang ditawarkan, mulai dari 5ribu untuk 5MB selama 7 hari, 10ribu untuk 15MB selama 30hari, 20ribu untuk 30MB selama 30 hari dan 50ribu untuk 125MB selama 30 hari.

Pendaftaranya pun cukup mudah, dengan mengirimkan SMS ke nomor 3636 dengan isi SMS sebagai berikut: FLASH (spasi) ON (spasi) 5k, 10k, 20k atau 50k makan kita akan diberi notifikasi dan mengirimkan kembali SMS ke nomor yang sama dengan isi: FLASH (spasi) YA setelah itu barulah kita bisa menikmati layanan Flash tersebut.

Saya sendiri memilih paket 50ribu untuk 125MB, karena dengan memilih paket ini, tarif GPRS untuk setiap 1KB hanya akan dikenakan biaya kurang dari Rp. 0,4. Ini sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan Internet saya setiap hari.

Setting Internet untuk Flash Prabayar ini sama dengan setting GPRS yang biasa digunakan oleh Telkomsel pada umumnya, yakni:
APN: internet atau telkomsel
User ID: wap dan Password: wap123
IP Address: 10.1.89.130
Sementara ini saya memasang Flash Prabayar tersebut pada perangkat BlackBerry, jadi hanya perlu memasukkan APN, UserID dan Password saja.

Dengan memasang aplikasi GMail Apps, YMTiny dan Opera Mini pada BlackBerry yang saya gunakan, saya bisa mengakses Internet serta eksis di FaceBook, Push Mail, browsing ke situs-situs favorit dan juga Chatting dengan leluasa setiap hari, tak ketinggalan juga mengelola blog yang saya miliki ini.

Terlebih nomor simPati ini sudah lama saya gunakan sebagai nomor utama saya sehingga dengan adanya paket Flash Prabayar ini saya tidak harus memiliki beberapa simcard berlainan untuk mengakses Internet dan telepon serta sms, jadi cukup dalam sebuah perangkat dan satu simCard saja.

Terima kasih Telkomsel...[Q]

Wednesday, May 20, 2009

BlackBerry, Autis dan CrackBerry

Demam BlackBerry sudah mewabah di Indonesia, bukan saja artis dan para pejabat yang sedang kerajingan handset buatan perusahaan telekomnikasi asal Kanada ini, namun hampir semua kalangan dan usia kini telah menjadikan BlackBerry atau sering disebut juga BB sebagai perangkat yang wajib dibawa dan selalu mewarnai keseharian mereka, bahkan BlackBerry telah menjadi status simbol bagi sebagian dari mereka.


Terlebih dengan adanya FaceBook dan Instant Messaging seperti Yahoo Messenger (YM), MSN Messenger, Google Talk dan sejenisnya, kepopularan BB semakin di dongkrak karena adanya fasilitas-fasilitas yang saat ini sedang digandrungi orang hampir diseluruh penjuru dunia itu.

Kepopulaeran BB dan FaceBook mulai terkuak ketika Barack Husein Obama yang kala itu masih menjadi calon presiden Amerika menjaring pendukungnya terutama dari kalangan anak muda melalui situs jejaring sosial FaceBook melalui perangkat favotirnya BlackBerry.

Kini bukanlah pemandangan yang aneh jika kita melihat seorang yang menggunakan BB dengan begitu asyiknya hingga dia tidak peduli dengan keadaan sekitarnya, tidak peduli siapa yang lewat didekatnya, sekalipun mertuanya, dia benar-benar asyik dengan dunianya sendiri hingga keadaan itu kita sebut dengan istilah "Autis", walau ini bukanlah penyakit Autis yang sebenarnya.

Namun baru-baru ini, Yayasan Autisma Indonesia (http://http://www.autisme.or.id/) merasa keberatan dengan istilah yang diberikan kepada pengguna BB yang adiktif tersebut, seakan-akan istilah "Autis" memiliki konotasi yang negatif karena itu Yayasan Autisma Indonesia pada bulan April 2009 (bersamaan dengan Bulan Peduli Autisme) menggelar konfrensi pers sehubungan dengan munculnya istilah tersebut.

Akhir-akhir ini ada kecenderungan oknum menggunakan kata-kata autis sebagai bahan olok-olok. Yang lebih menyedihkan ini dilakukan oleh public figure (artis dan pengamat politik) di Media
yang ditonton/dibaca oleh jutaan orang. Pengguna BB (Blackberry) juga saat ini sering dengan entengnya menggunakan kata "autis" untuk menganalogikan keasyikan mereka. Intinya, janganlah menggunakan istilah Autis untuk mereka yang kerajingan menggunakan BlackBerry.

Kita mungkin bisa saja menyebutnya dengan istilah "BlackBerry Addict", Kecanduan BlackBerry atau "CrackBerry" nah istilah terakhir ini banyak dipakai dan kurang lebih memiliki makna yang berbunyi "Penggunaan yang terus menerus bisa menyebabkan perangkat BlackBerry menjadi rusak" atau "crack", karena itu orang bule sering menyebut "CrackBerry" dan menyebut "CrackBerryan" kepada orang-orang yang memiliki kecanduan BlackBerry seperti ini.[Q]

Sunday, May 17, 2009

Crocs Spring Summer '09 Launching Party.

Tanggal 14 Mei 2009 lalu saya diundang untuk menghadiri acara Launching produk baru dari Crocs, sebuah produsen alas kaki terkemuka dari Amerika.

Acara yang diadakan di Vintage Lounge, X2 Club Plaza Senayan, mulai pukul 19.00 itu dihadiri oleh tamu undangan yang sebagian besar adalah partner dari Crocs dan juga beberapa selebrity seperti Dik Doang, Moza, Barli, Chef Tatang, Arlita dan juga rekan-rekan dari komunitas id-BlackBerry dan id-Foldingbike, selain rekan-rekan dari media. Saya sendiri mewakili undangan dari komunitas blogger, sehubungan dengan review saya sebelumnya terhadap produk Crocs Santa Cruz.

Sesuai dengan nama acaranya yang bertajuk Crocs Spring Summer 2009 Launching Party, kali ini Crocs menelurkan produk andalanya untuk edisi Spring Summer, (di negara asalnya Crocs menggadakan launching produk tiap empat musim, Spring, Summer, Fall dan Winter, namun karena di Indonesia hanya memilki dua musim, jadinya launching dijadikan satu untuk dua musim yakni Spring Summer dan Fall Winter), yakni Dekum untuk pria dan Hanalei untuk wanita.

Produk yang dijadikan masterpiece untuk Spring Summer 2009 adalah Dekum, yakni sepatu khusus pria. Dekum menggunakan bahan kain kanvas dengan ditambah tali dibagian atasnya, disainnya hampir menyerupai Santa Cruz namun ditambahkan tali sehingga Dekum lebih terkesan lebih serius dibanding Santa Cruz. Sementara untuk wanita tersedia model Hanalei, sepatu yang menggunakan disain heel tinggi, membuat pemakainya terlihat lebih anggun dan seksi. Kedua produk ini tetap menggunakan bahan Croslite yang empuk dan ringan sehingga tidak menghilangkan khas dari setiap produk Crocs.

Ketika memasuki venue di X2 para tamu undangan pria langsung diberi Dekum dan untuk undangan wanita diberi Hanalei sebagai dress code untuk mengikuti acara Launching tersebut.

Acara yang dimeriahkan juga oleh tarian moderen, serta game menarik ini juga diselingi oleh acara makan malam dan juga pemberian sepatu untuk para selebritis sebagai "Key Opinion Leader" untuk produk Crocs.

Saya sendiri mengikuti game "menari gila" dengan hadiah berupa voucher gratis yang bisa ditukarkan dengan sepasang sepatu Crocs Dekum atau Hanalei, Padahal awalnya saya ragu untuk mengikuti game ini karena sebelumnya saya tidak tahu permainan apa yang diberikan MC. Dengan modal percaya diri saya maju kedepan ketika MC meminta dua orang undangan pria dan dua orang wanita untuk meaju kedepan. Sesaat MC-nya meminta para peserta untuk melakukan tarian atau joged dengan gaya yang unik, para peserta lain terlihat ragu dan malu melakukannya, namun saya coba untuk melakukan improvisasi, saya melakukan tarian campuran antara break dance, capoera dan dangdut, entah apalah yang jelas saya memanfaatkan kesempatan itu untuk memenangkan lagi sepasang Dekum, dan ternyata "kegilaan" saya tidak sia-sia hingga saya mendapatkan voucher Crocs yang bisa ditukar dengan sepasang Dekum, akhirnya saya jadi punya dua pasang Dekum deh... Hehehe...

O iya, selama acara berlangsung saya juga melaporkannya secara live melalui Twitter (http://twitter.com/rosgani), Plurk (http://plurk.com/rosgani) dan Status di halaman FaceBook saya.(Q)

Wednesday, March 11, 2009

Crocs Santa Cruz: Sepatu Untuk Semua Suasana

Don't Judge a Book by it's cover... mungkin itu pepatah yang pantas disandangkan untuk salah satu produk baru miliknya Crocs ini, yakni sepatu Crocs jenis Men Santa Cruz. Tidak ada kesan yang berarti ketika pertama kali saya melihat sepatu buatan Crocs ini, karena sekilas mungkin tampilannya biasa-biasa saja, terlebih ketika bahan bagian atas yang dipakai adalah kain kanvas dengan jahitan yang dibuat menonjol dengan pinggiran kain yang sengaja dibuat sedikit tidak rapi.

Selama ini saya hanya mengetahui bahwa Crocs hanya membuat sandal dan clogs dengan bahan berteknologi Croslite, namun ternyata kali ini Crocs membuat sepatu dengan bahan kanvas kasar namun tetap menggunakan Croslite di bagian bawahnya sehingga sepatu ini tetap ringan namun kuat dan nyaman saat digunakan.

Crocs mengeluarkan jenis Santa Cruz untuk pria, wanita, serta anak-anak dengan berbagai pilihan warna yang menarik. Mens Santa Cruz terdiri dari empat pilihan warna untuk pria, yakni coklat, biru tua, krem, dan hijau muda. Sedangkan untuk wanita (Womens Santa Cruz), Crocs menghadirkan warna-warna pilihan, seperti biru, hijau, warna dasar putih dengan corak hitam, dan warna dasar putih dengan corak biru.

Koleksi sepatunya kali ini dibuat lebih berbeda antara wanita dan pria. Pada bagian atas sepatu untuk pria dibuat menutupi nyaris seluruh punggung kaki, sedangkan model untuk wanita dibuat lebih rendah garisnya, sehingga cukup untuk memamerkan punggung kaki perempuan yang cantik. Model kali ini pun lebih fashionable dan mengikuti tren tentunya.

Di sisi lain, alas sepatu yang terbuat dari croslite memberi pengguna Santa Cruz kenyamanan khas Crocs, karena sepatu terasa ringan. Bagian croslite yang terkena paparan suhu tubuh akan melunak mengikuti kontur telapak kaki penggunanya sehingga Santa Cruz seakan menempel pada telapak kaki ketika digunakan.

Dengan mengusung tema neoklasik, Crocs mengutamakan pengolahan materi juga eleman desain yang unik. Santa Cruz juga didesain khusus untuk pria dengan ukuran 7-13, untuk wanita dengan ukuran 6-12. Sedangkan untuk anak-anak dengan ukuran 1-3.

Kelebihan dari Santa Cruz ini di antaranya terbuat dari bahan dasar kanvas, in sol dan out sol, dengan menggunakan croslite. Koleksi kali ini lebih ringan dan memberikan kenyamannan yang luar biasa. Bahkan semua koleksi Crocs juga direkomendasikan bagi penderita diabetes, karena di dalam sepatu ini terdapat titik-titik akupuntur yang berguna untuk meregangkan otot-otot kaki.

Model Santa Cruz pun sangat cocok jika dipadupadankan bagi mereka yang mengenakan jins, karena terkesan lebih santai. Namun pada kenyataanya saya memadukan dengan hampir semua jenis pakaian, mulai dari celana katun, baju batik, dan celana pendek santai dengan t-shirt. Karena itu saya pernah menggunakan sepatu ini untuk pergi kondangan yang dipadukan dengan baju batik dan ternyata cocok juga, selain itu saya juga menggunakan sepatu ini untuk ke kantor dengan pakaian safari pembagian dari kantor hehehehe, namun seringnya saya menggunakan Santa Cruz ini untuk bersepeda mengingat bagian bawah sepatu ini yang rata membuat saya lebih leluasa mengayuh pedal sepeda dengan posisi yang saya suka.[Q]

Monday, February 16, 2009

BlackBerry TalkShow @BEC

15 Februari lalu saya diudang oleh Indosat BlackBerry untuk menjadi narasumber pada acara Talk Show yang diadakan di Foodcourt BEC Bandung.

Acara yang dimulai pukul 15:10 dibuka oleh Bpk. Ganda (maaf nama lengkapnya lupa), selaku Kepala Cabang Indosat wilayah Bandung. Selain dihadiri para pengunjung foodcourt, acara itu juga dihadiri oleh anggota komunitas BlackBerry seperti id-Blackberry, isat-bb dan Thumbers.
Saat itu saya tidak sendirian karena ditemani oleh Kang Fanny Pramana sebagai perwakilan dari komunitas isat-bb (Komunitas pengguna BlackBerry dengan operator Indosat), Kang Fanny adalah salah satu moderator di milis tersebut.

Kami berdua menjawab pertanyaan yang diajukan oleh MC yang kebanyakan pertanyaannya mengacu kepada produk Indosat yang tidak saya pahami seutuhnya, namun Alhamdulillah, kami bisa menjawab semua pertanyaan tersebut dengan lancar.

Ini adalah kali kedua saya diwawancara secara live perihal BlackBerry, setelah sebelumnya saya juga pernah diundang di salah satu Radio FM di Subang (S-Radio 100.6 FM) untuk Talk Show dengan materi yang sama di acara "IT Kita", saat talk Show di radio saya mengupas tuntas tentang kelebihan dan fungsi-fungsi BlackBerry sementara pada acara Talk Show di BEC pembahasan tidak terlalu menyeluruh karena waktu yang disediakan juga sedikit. Namun saya merasa senang sudah bisa hadir pada acara tersebut, terlebih ketika banyak teman-teman dari komunitas yang mendukung.[]

Monday, February 09, 2009

FS dan FB sebagai sarana untuk memfitnah (???)

Di tengah era kemajuan teknologi dan informasi, keberadaan Internet bukanlah suatu yang asing lagi, bahkan ketika para pengguna Internet banyak memanfaatkan fasilitas jejaring sosial di Internet, mereka kini bisa dengan mudahnya berhubungan dengan siapa saja yang berada dimana saja untuk bisa berhubungan dan saling bertukar informasi dan foto serta data pribadi lainnya di Internet.

Namun, pernahkan kita memikirkan dampak negatif dari aplikasi ini untuk memfitnah seseorang misalnya. Agar lebih jelas mari kita ilustrasikan saja sebagai berikut :

Anda berteman dengan seorang di FaceBook atau Friendster, lalu Anda download foto dan data-datanya, tentunya anda bisa saja mengumpulkan lebih banyak data teman anda dengan cara chatting atau melalui pesan instan yang disediakan oleh fasilitas di situs jejaring sosial tersebut.

lalu Anda membuat halaman FB atau FS palsu dari teman anda tersebut lengkap dengan foto dan profilnya. Selanjut buatlah blog yang berisi ancaman, atau rencana kegiatan jahat atau apa saja, lalu undanglah teman-teman ‘korban’ Anda dan tentunya akan menerima undangannya karena mereka berfikir bahwa itu adalah memang temannya yang mereka kenal.

Tidak cukup sampai disitu, Anda bisa saja membuat seolah-olah ‘korban’ Anda benar-benar memiliki niat jahat lain dengan menuliskan daftar kegiatan yang akan dilakukan dan calon korban lain yang akan diserang.

Walau tulisan di atas hanyalah sebuah ilustrasi, tapi kemungkinan itu bisa saja terjadi, terlebih ketika mereka yang selalu mengungkapkan jati dirinya di Internet baik melalui situs jejaring sosial, mailing list atau forum.

Maka berhati-hati lah….