Free Bitcoin

Get Free Bitcoin Here

Saturday, February 11, 2006

Sudah Siapkah Kita Ber-3G?

Gencarnya produsen ponsel yang menambahkan berbagai fitur pada setiap produk barunya membuat kita sebagai konsumen memiliki banyak pilihan, salah satu fitur yang saat ini banyak ditawarkan adalah adanya fasilitas 3G (Third Generation) pada produk ponsel High-end yang dipasarkan saat ini.

Gembar-gembor teknologi 3G yang sudah didengungkan sejak beberapa tahun lalu, memiliki keunggulan untuk dapat mengolah data multimedia secara real time pada sebuah ponsel, dengan teknologi ini nantinya kita tidak hanya dapat meangakses data secara cepat, namun melihat acara televisi siaran langsung dan bertatapan wajah dengan lawan bicara kita secara real time seperti halnya pada film-film futuristik, hal tersebut dapat dilakukan dengan ponsel yang memiliki fasilitas 3G ini.

Jepang adalah negara yang sukses menerapkan teknologi ini, DoCoMo, sebagai salahsatu operator seluler di negeri Matahari terbit itu telah menuai sukses besar dari produk yang dipasarkan kepada konsumennya dengan nama layanan i-Mode, para pengguna i-Mode dapat menikmati acara televisi, berkirim email dan mengakses Internet langsung dari telepon genggamnya.

Akankah kesuksesan DoCoMo terjadi di Indonesia?, sejauh ini saya belum melihat adanya tanggapan positif dari masayarakat mengenai kehadiran teknologi 3G ini, keadaan ini merupakan PR besar bagi operator di negara kita untuk dapat menciptakan demand pada masyarakat terhadap teknologi ini, Ya.. kita memang pernah gagal dengan teknologi WAP (Wireless Application Protocol) namun para operator tentu tidak ingin kegagalan itu kembali terjadi pada 3G. Untuk mengatasi hal ini, operator tentu mebutuhkan formula yang tidak hanya mementingkan pihak operator saja namun juga konsumen sebagai acuan sumber pendapatan mereka. Teman-teman saya yang memiliki ponsel high-end tidak pernah menggunakan fasilitas GPRS (General Packet Radio service) dan MMS (Multimedia Messaging Service) karena mereka merasa bahwa tarif layanan tersebut terlalu mahal. Dan saya pun merasakan hal yang sama, karena itu saya lebih banyak menggunakan GPRS hanya untuk kegiatan chatting dan e-mail daripada browsing.

Saat ini jawabannya ada pada kita sebagai konsumen, sudah sejauh mana kita mengoptimalkan fitur ponsel yang kita miliki?, Sudah sejauh mana kita membutuhkan akses data real time?, Sudah seberapa jauh Anda memanfaatkan layanan yang diberikan operator seperti MMS, GPRS dan e-mail?, Jika pertanyaan itu belum terjawab, bagaimana Anda menjawab pertanyaan "Sudah siapkah Anda ber-3G?".

Subang, 11 Februari 2006

Akses Gmail pada Mozilla Thunderbird


Baru-baru ini saya telah memasang aplikasi Portable Thunderbird pada MMC saya yang diakses melalui Card Reader, dengan aplikasi Portable Thunderbird kita dapat menarik dan mengirim email dari komputer mana saja sepanjang komputer tersebut terhubung ke Internet, tanpa harus melakukan setting ulang untuk akun POP mail yang kita miliki. Proses setting hanya dilakukan sekali saja, berikut adalah setting GMail pada Mozilla Thunderbird :

1. Pastikan bahwa kita telah mengaktifkan opsi "Enable POP & Fowarding" pada akun GMail kita.

2. Pada Menu pilih Tools | Account Settings...

3. Klik Add Account....

4. Pastikan Email account yang dipilih.

5. Klik Next >.

6. Masukkan nama Anda pada Your Name:.

7. Masukan alamat Gmail Anda pada Email Address:.

8. Klik Next >.

7. Pilihlah POP pada Select the type of incoming server you are using..
lalu ketikan "pop.gmail.com" pada kolom Incoming Server:.

9. Klik Next >.

10. Masukkan alamat email Anda secara lengkap ("oki.rosg@gmail.com", sebagai contoh) pada Incoming User Name:.

11. Klik Next >.

12. pada Account Name: berikan nama untuk nama akun Gmail (misalnya "Gmail",sbg contoh) .

13. Klik Next >.

14. Lalu Klik Finish.

15. Pilih Outgoing Server (SMTP).

16. Klik Advanced....

17. Klik Add...

18. Ketikkan "smtp.gmail.com" pada Server Name:.

19. Pastikan Use name and password telah dicontreng.

20. Ketikan alamat Gmail Anda pada bagian User Name:.

21. Pastikan TLS dipilih pada opsi Use secure connection:.

22. Ketikan "587" pada bagian Port:.

23. Klik OK.

24. Klik OK sekali lagi.

25. Pilih Server Settings pada akun Opsi Gmail yang baru saja kita buat

26. Klik Use secure connection (SSL) untuk mengaktifkannya.

27. Klik Advanced....

28. Masuk ke bagian tab SMTP.

29. Pilih smtp.google.com:587 dari pilihan drop down menu di bagian Server.

30. Klik OK.

31. Klic OK sekali lagi.


Maka Thunderbird sudah dapat digunakan untuk menarik semua e-mail pada akun Gmail yang kita miliki.

Tuesday, February 07, 2006

45-in-1 Memory Card Reader/Writer

I got this Memory Card Adapter for free, Yes.. it's Free bacause my close friend bought for me. He give me as a present becoz I've kill the virus from his PC before. I use that stuff as a flash disk in my daily life. Thanks Bro...

Wednesday, January 25, 2006

Gathering id-PalmOS, 21 Januari 2006

Akhirnya saya mendapat kesempatan untuk dapat mengikuti pertemuan (gathering) milis id-PalmOS yang diadakan di PlanetBizCafe Mega Kuningan Jakarta pada hari Sabtu 21 Januari 2006 kemarin.

Acara yang dihadiri tidak kurang dari 40 orang tersebut membahas perkembangan Palm diantaranya Review Palm Tungsten X yang dibawakan Pak Nico.

Pada sesi kedua adalah pembahasan penggunaan sinkronisasi Palm dengan Macintosh, yang diselingi pertanyaan dan pemberian doorprize. Adapun barang-barang yang menjadi doorprize adalah Kaos, MemoryCard, FlashDisk, Stylush Pen 4-in-1, Majalah Gadgets, HF Jabra BT, Caller ID dan Sebagai hadiah utamanya adalah Treo 300 CDMA.

Sebetulnya sudah sejak lama saya ingin mengikuti gathering ini, namun baru kali ini saya memiliki kesempatan, sehingga saya bisa bertemu dengan beberapa sesepuh Palm dan juga beberapa teman-teman yang selama ini saya kenal lewat postingannya di milis maupun di Yahoo Messenger.

Jam 9:30 saya sudah datang ke tempat gathering dengan harapan dapat sowan dan ngobrol-ngobrol dulu dengan teman-teman, namun saya lihat pada buku absen belum ada nama lain tertulis dan ternyata saya adalah anggota pertama yang datang ke tempat itu, namun di ruang meeting sudah ada Pak Iwan (Admin) yang sedang asyik utak-atik iBook Mac-nya. Sesaat datang Pak Nico, yang selama ini saya kenal sebagai orang yang rajin utak-atik aplikasi Palm.

Sesaat setelah itu member lain berdatangan dan suasana mulai ramai, wajah-wajah yang selama ini saya lihat di foto-foto arsip gathering kini sudah berdatangan, sebut saja seperti Pak Sacha, Pak Avianto, Pak Chris WB., Pak Bambang, Pak Indra Supono, Pak Iqbal, Pak Didit P., sedikit informasi Pakk Didit ini yang menjual Palm Ultra Thin Keyboard pada saya dan sudah sejak lama dia ingin bertemu dengan saya, malamnya saya sempat kirim SMS dan mengatakan bahwa beliau tidak bisa hadir karena ada keperluan lain, namun pada saat itu dia menyempatkan diri untuk mampir ke tempat gathering karena inigin bertemu dengan saya.

Pada acara makan saya sengaja berpindah duduk mendekati Pak Meiko Tourista, orang yang selama ini saya kenal lewat Yahoo Messenger ini memang cukup enak untuk diajak ngobrol, saat itu beliau memiliki "mainan baru" yakni Jam tangan Palm OS Abacus by Fossil yang sedang ramai dibicarakan di millis, ketika saya membuka pembicaraan dengan menanyakan jam tersebut dia langsung membuka jam tersebut dan memberikan untuk memperlihatkannya kepada saya. Rekan lain di samping saya juga ikut melihat dan mencoba beberapa fitur yang ada pada jam tersebuut.

Setelah makan siang sesi tanya jawab dilanjutkan diikuti dengan pengundian hadiah utama berupa Treo 300 CDMA, pada sesi ini juga Pak Meiko dan Pak Avianto memperlihatkan MacOS yang dipasang pada laptop Intel sehingga sesaat saya sempat tertipu dengan penampilannya.

Menjelang acara ditutup, seperti biasa, semua gadget dikumpulkan diatas meja dan difoto, semua peserta juga berfoto bersama diluar ruangan. Beberapa foto gathering tersebut bisa dilihat di Flickr Pak Amen di http://www.flickr.com/photos/amen/sets/72057594051783590/

My Handwriting Style


Semenjak saya menggunakan PDA untuk mencatat dan menulis hampir tidak pernah saya menggunakan ballpoint atau pensil untuk menulis di media kertas, semua aktifitas menulis, saya lakukan melalui PDA atau PC. Baik dengan menggunakan stylush ataupun keyboard.

Saya baru menyadari ternyata sudah hampir lima tahun saya nyaris tidak Pernah menggunakan ballpoint, pensil ataupun spidol--kecuali untuk membuat paraf atau tanda tangan setiap akhir bulan. Akhirnya saya sedikit kaku ketika saya mencoba untuk menulis lagi di kertas, kebiasaan saya menulis dengan menggunakan stylush pada handwriting area di PDA Palm mempengaruhi bentuk tulisan saya di kertas, terutama untuk beberapa huruf seperti B, E, F, G, T dan angka 8.

Malam ini saya mencoba menulis lagi dikertas dengan harapan agar saya bisa mengembalikan bentuk tulisan saya yang dulu pernah dikagumi oleh pacar saya yang sekarang jadi ibu dari anak kami.[]

Monday, January 16, 2006

Minggu Yang Boros

Minggu-minggu terakhir ini adalah merupakan minggu-minggu terboros dalam hidup saya, bagaimana tidak, setelah saya mendapatkan SE T68i, saya tergelitik untuk mebeli beberapa aksesorisnya.

HPW-10 : Retractable Handsfree, saya dapatkan dari toko teman saya yang ternyata barang ini sudah lama nggak laku (stock lama), sehingga saya bisa mendapatkan HPW-10 tersebut dengan harga jauh lebih murah dari harga pasaran, ketika saya coba kualitas suaranya excelent banget karena memang ini barang original dari Ericsson.

Batre 850 mAh : Saya beli dari teman milis di Malang Jawa Timur, batre ini memiliki waktu standby lebih lama dari batre bawaan T68i saya. Sayangnya batre ini statusnya Alien Batre, padahal ketika dicoba di T68i teman saya batre ini tidak dianggap alien, hal ini mungkin karena software yang ada di T68i saya adalah R8A, menurut rekan saya software ini adalah yang terbaru untuk T68i, CMIIW.

Charger Ericsson Original yang saya dapat saat membeli batre cadangan dari teman milis, saya beli secara tidak sengaja karena sebetulnya saya sudah memiliki charger dari T68i saya, karena saya mendapat potongan harga untuk charger ini akhirnya saya beli juga. Dari Pembelian batre dan charger ini saya juga mendapat bonus Handsfree, walo bukan handsfree original tapi suaranya lumayan jernih dan bagus ketika saya coba pasang di R520m dan T68i saya. Thank Mas Adit.. gimana weselnya?, syukur deh kalo dah nyampe.

ICT-13, ini adalah kode produk untuk Belt Clip Holster khusus ponsel T68i, bentuknya cukup unik dan simpel namun kokoh. Saya mendapatkan Belt Clip ini dari Pak Rony www.DutaGemilang.com, pada sebelumnya saya sempat putus asa karena untuk mendapatkan produk ini sudah mulai susah.

Monday, January 02, 2006

My New SE T68i



Alhamdulillah, akhirnya Alloh memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa memiliki ponsel ini, sejak pertama kali melihat ponsel ini beberapa tahun lalu saya begitu tertarik dengan bentuk dan fiturnya, namun karena saat itu harganya masih mahal, jadi saya belum dapat memilikinya, tapi Alloh memang Maha Mengetahui dan Maha Pemurah, jika pun saat itu saya bisa membelinya tentu akan percuma saja karena beberapa fiturnya tidak akan dapat saya gunakan secara optimal, seperti GPRS misalnya, sebuah fitur yang saat ini lebih banyak saya perlukan ketimbang Wi-Fi Hotspot,kalaupun saya bisa memiliki ponsel tersebut saat itu, fungsi GPRSnya tidak akan saya pergunakan karena operator ponsel yang ada saat itu belum menyediakan fasilitas akses data via GPRS.

Secara keseluruhan, ponsel ini tidak memperlihatkan bahwa ini merupakan produk lama, bagaimana tidak, fitur yang disediakan begitu lengkap layaknya ponsel high-end saat ini, ya memang sih, layarnya masih 256 warna dan kamera dan MP3 Playernya terpisah sebagai aksesoris tambahan, namun kemampuan akses data yang dimilikinya bisa dibilang lebih dari cukup untuk kebutuhan mobile warrior. Menggunakan GPRS Class 10 dan juga memiliki kemampuan infra merah dan Bluetooth menjadikan ponsel ini layak dimiliki bagi mereka pengguna Mobile Internet.

Dibandingkan dengan ponsel R520m yang telah saya miliki sebelumnya, tampilan layar serta GUI (Graphi User Interface) memang sangatlah jauh berbeda, namun perpindahan dari R520m ke T68i bukanlah merupakan hal yang sulit, terlebih ketika saya bisa langsung men-sinkronisasi-kan semua buku alamat yang sebelumnya telah saya miliki pada ponsel R520m dan tersimpan pada Outlook bisa langsung dimasukkan kedalam ponsel T68i tanpa masalah dengan bantuan XTNDConnect, sehingga saya tidak usah repot-repot memasukkan kembali nomor kontak yang sudah saya miliki satu persatu. Dan ketika saya menjadikan T68i sebagai modem GPRS di PC, driver yang digunakan adalah R520m modem sehingga saya tidak usah melakukan setting ulang terhadap profil koneksi maupun hardwarenya.

Dengan aplikasi MyPicture di PC, saya juga bisa langsung memasukkan beberapa gambar dan foto yang sebelumnya saya edit dengan PhotoShop kedalam ponsel ini, untuk selanjutnya kita bisa menjadikan gambar yang dimasukkan tadi sebagai Wallpapper atau ScreenSaver. Jenis file gambar yang bisa disisipkan ke ponsel ini adalah .GIF, .JPG dan .WBMP. Kita juga bisa menyisipkan foto/gambar tersebut kedalam daftar kontak sehingga gambar tersebut bisa muncuk ketika kita menerima panggilan.

Namun menurut saya ada sedikit kekurangan yang dimiliki ponsel ini, walau bagi sebagian orang kekurangan ini mungkin sifatnya relatif, yakni suara SMSnya terlalu kecil, karena Sony Ericsson merubah suara SMSnya pada produk ini, dan kita tidak dapat memilih suara SMS dari nada dering lain, kecuali Tone, Click dan Silent. Kebiasaan saya menggunakan R520m menjadikan saya sedikit kaku saat pertama kali mencoba menulis SMS pada tombol T68i yang lebih kecil dari tombol R520m.

Produk ini merupakan produk terakhir pada saaat-saat sebelum Ericsson bergabung dengan Sony, dan setelah bergabungnya Sony dengan Ericsson produk ini diproduksi dan dipasarkan lagi dengan merubah disain bentuk dan warna tanpa merubah fitur dan fungsinya, tentu dengan merek baru SonyEricsson.

Monday, October 31, 2005

My Digital's Pouch


Beberapa hari lalu, saya mengikuti acara buka bersama bareng Indosat M2 sehubungan dengan baru didirikannya sebuah Warung Internet di kota saya yang memang menggunakan Indosat sebagai providernya, acara itu diselenggarakan di salah satu restoran terbesar di kota saya, diantara para undangan dan tamu yang datang ada salah satu teman saya yang bekerja pada salah satu stasiun radio FM, diam-diam ternyata dia memperhatikan saya saat saya mengambil ponsel dan PDA dalam tas kumel saya. Lalu dia nyeletuk "Wah jangan-jangan kantong doraemon nih", karena dia melihat bahwa saya mengambil banyak perlengkapan walau dengan tas gendong kecil ini.

Bagi pengguna perangkat 'mobile' seperti halnya ponsel, PDA dan laptop, keberadaan tas sebagai media penyimpanan sekaligus pengaman merupakan salah satu benda yang wajib dimiliki, apalagi jika kita sering pergi keluar kota atau banyak mengerjakan pekerjaan di lapangan. Saya sendiri sudah hampir 4 tahun selalu menggunakan tas ini untuk keperluan sehari-hari.

Saya memang salah satu jenis orang yang tidak mau direpotkan dengan barang bawaan jika sedang melakukan perjalan, itu alasannya, mengapa saya tidak suka membawa tas besar dengan buku-buku di dalamnya, semua buku dan catatan sudah saya pindahkan kedalam PDA saya, bahkan sejak saya masih kuliah dulu, saya tidak pernah membawa buku catatan tapi cukup dengan sebuah PDA yang masuk kedalam saku dan kebiasaan ini terus terbawa sampai saat ini, karena memang saya merasa sangat terbantu sekali.

Kini dengan tas yang sudah hampir 4 tahun saya gunakan sehingga sudah terlihat kotor, kucel alias kumel, saya bisa membawa semua peralatan kerja saya, seperti 2 buah PDA, 2 buah ponsel, disket-disket, CD Linux, Kibor lipat untuk PDA, juga puluhan kartu nama. Sebenarnya saya bukan tidak mau untuk mengganti tas ini dengan yang baru, namun bagian depan tas ini bisa memberikan fasilitas lebih buat saya, tempat ponsel yang ada dibagian depan sekaligus bisa saya jadikan dudukan ponsel R520m saya untuk mengarahkan port infra merah saat saya ingin online dengan PDA Palm yang terpasang pada Kibor lipatnya, sehingga saya tidak usah mencari dudukan atau alat lain untuk mengarahkan port infra merahnya.

Kini dengan tas kecil yang sudah kumel ini, saya bisa membawa semua peralatan dan dokumen-dokumen penting saya, peralatan-peralatan ini membuat saya serasa membawa perpustakaan dan kantor saya kemanapun.[Q]

Friday, October 28, 2005

Short Review: Linspire Live CD 5.0

www.linspire.com
Linspire adalah salahsatu distro Linux yang sebelum tanggal 14 April 2004 bernama Lindows ini memiliki jargon "Easiest Desktop Linux, The Affordable Choice" yang memang sangat memberikan kemudahan bagi para penggunanya.

Linspire Live CD yang saya gunakan sudah menggunakan versi 5.0.69 atau sering juga disebut dengan Five-O (baca: five oh), pada saat mencoba Live CD ini saya menggunakan prosesor AMD Athlon XP 1.8GHz, dengan RAM sebesar 256MB yang di-share bersama VGA onboard 8MB yang sudah terintegrasi pada motherboard ECS Elite K7VMM2, dengan mesin CPU yang tergolong lambat, Linspire Live CD ini dapat memboot langsung dari CD-ROM dengan hanya memakan waktu kurang dari 2 menit. Sesaat kita dihadapkan pada proses instalasi yang sangat sederhana dan mudah, mulai dari pilihan zona dan waktu, menentukan password untuk sistem, sampai memasang Dial-up dan mengkonfigurasi modem yang kita gunakan. Sistem audio AC'97 yang sudah ada dalam motherboard langsung dapat dikenali dan menjalankan Intro musik pada wal-awal instalasi.

Distro yang berbasis pada Debian dengan kernel 2.6.10, KDE desktop dan X.org windows system, memiliki tampilan yang cukup unik, dengan pendekatan GUI yang mirip-mirip dengan Windows XP serta sedikit sentuhan MacOS, menjadikan tampilan Linspire terkesan teduh dan artistik untuk dipandang. Didalamnya disediakan beragam scrennsaver yang mendukung OpenGL dan juga beberapa wallpaper khas Linspire disamping wallpaper standar mirip KDE.

Seperti halnya LiveCd yang lain, didalamnya sudah dilengkapi dengan aplikasi Open Office suite namun khusus untuk distro ini dilengkapi beberapa aplikasi native dari Linspire sendiri seperti Lsong untuk mamainkan file-file musik, Lphoto untuk memanage dan mengedit foto, Ltorrent sebuah klien untuk BitTorrent, Lassist yakni sebuah aplikasi PIM dan kalendar, GAIM Instant Messaging, CD dan DVD Burner, Real Player 10, Flash player dan juga Ghost PDF Viewer. Jika kita merasa kurang dengan aplikasi tersebut, fasilitas CNR (Click N' Run) membolehkan kita untuk membeli dan memingistal langsung aplikasi yang kita butuhkan langsung dari portal Linspire untuk melakukan hal ini dibutuhkan koneksi Internet tentunya.

Ada sedikit permasalahan ketika saya hendak memasang printer Canon BJC-2100 dengan koneksi USB, ternyata driver Canon BJC-2100 (Foomatic + gimp-print) yang sudah direkomendasikan oleh system pada saat saya menambahkan printer di Control Center tidak mau menjalankan fungsinya dengan baik sehingga printer tidak mau mencetak walau saya sudah berulangkali menekan tombol Test Page. Akhirnya printer dapat bekerja dengan sempurna setelah saya memilih Canon BJC-2100 Foomatic/gimp-print-ijs sebagai drivernya.

Bagi mereka yang sering menggunakan Linux pada mode text, mungkin Linspire bukanlah sebuah distro yang istimewa, namun bagi pengguna Linux pemula dan penikmat GUI KDE yang 'cool' seperti halnya saya, Distro Linspire ini mungkin layak untuk dicoba.[]

Tuesday, October 11, 2005

Most Used Apps in My PDA


Berikut ini adalah aplikasi yang sering saya gunakan pada PDA Palm saya :
Verichat buatan PDA Apps merupakan aplikasi Instant Messenger yang paling sering saya gunakan untuk chatting via Yahoo Messenger dan ICQ karena kedua IM itu yang saya punya, walau sebenernya bisa juga digunakan untuk AOL IM, dan MSN Messenger.

SnapperMail, Aplikasi e-mail reader buatan SnapperFish ini sangat memenuhi kebutuhan Saya untuk mengirim dan membaca e-mail, memiliki fasilitas attachment dan mendukung IMAP juga HTML. Selain itu kita bisa memasang banyak account di dalamnya.

eBook Reader, untuk aplikasi eBook saya menggunakan tiga buah aplikasi yakni :
Palm Reader, TomeReader dan iSilo, ketiganya memiliki kelebihan masing, Palm Reader misalnya, memiliki fasilitas untuk merubah rotasi layar. TomeReader memiliki kemampuan untuk dapat membaca beberapa type eBook file sekaligus, sedangkan iSilo dapat langsung meng-convert file-file .html yang saya ambil dari Internet.

Blazer adalah aplikasi browsing buatan Handspring ini selalu saya gunakan untuk membuka situs-situs WAP atau situs WEB tertentu.

Xiino adalah browser Internet lain yang sering juga saya gunakan untuk mengakses situs-situs web, aplikasi buatan ILINX Inc. ini memiliki kemampuan untuk membuka situs yang memiliki Frame dan Java Script.

Documents To Go 6, aplikasi Office buatan DataViz ini bisa menjadi aternatif bagi saya untuk membuat dokumen pengolah kata, Spreadsheet dan juga Presentasi ketika saya sedang jauh dari PC. Aplikasi ini sangat kompatibel dengan Program Microsoft Office.

NoviiRemote buatan NoviiMedia ini dapat menjadikan perangkat Palm kita menjadi remote control untuk hampir semua alat elektronik yang menggunakan remote.

Jot, aplikasi buatan Communication Intelligent Corp. ini dapat menambah kemampuan Palm saya untuk dapat mengenali tulisan Graffiti2 seperti yang dimiliki oleh Palm dengan OS 5.0 keatas.

Untuk aplikasi Game, saya sangat adiktif untuk memainkan Bejeweled buatan Astraware, Pharaoh buatan MegaSoft 2000 dan Galax buatan Pilotfan.

Aplikasi lain yang tidak kalah penting bagi saya adalah :
MegaLauncher (VIP) buatan MegaSoft 2000, aplikasi launcher ini kompatibel dengan layar grayscale yang saya gunakan, juga memiliki kemampuan untuk mengakses aplikasi dalam kartu memory secara lebih cepat.

HackMaster buatan Daggerware ini sangat berguna untuk menjalankan Popup Notes untuk mencatat hal-hal penting ketika kita sedang menjalankan aplikasi lain contohnya mencatat alamat e-mail atau alamat situs tertentu ketika kita sedang menjalankan Verichat misalnya. Dan FindHack, untuk mencari kata tertentu dari semua file yang ada di perangkat kita.

BatteryGraph, adalah aplikasi gratis yang diambil dari situs http://palm.JeroenWitteman.com/ ini memiliki fungsi untuk memeriksa kapasitas baterai dan hal-hal lain yang berhubungan dengan baterai.

CardExport buatan Softick ini dapat menjadikan perangkat Palm kita sebagai FlashDisk di PC atau laptop. Sangat berguna jika kita ingin meng-copy file dari/ke PC.

BackupBuddy VFS buatan BlueNomad sangat berfungsi untuk mem-backup sistem dan mengembalikan sistem jika saya telah melakukan hardreset.

Sebenarnya masih banyak aplikasi lain yang terdapat dalam perangkat Palm saya, namun aplikasi di ataslah yang paling sering saya gunakan. Mungkin Anda punya aplikasi pilihan, silahkan share disini. Terima kasih.

Wednesday, September 28, 2005

eBook, Capuccino dan Kaum Gaptek

Di suatu sore yang cerah, seperti biasa saya duduk di teras dengan secangkir capuccino sambil membaca salah satu eBook di PDA saya. Saat itu, beberapa teman saya yang akan pergi ke lapang untuk bermain bola lewat di depan saya dan melihat saya yang sedang asyik membaca, dengan serempak mereka bilang kepada saya "Sudah lah cakep, cakep .."

Sesaat saya sempet nggak ngeh karena saya sedang asyik membaca, namun saya langsung sadar kalo mereka itu menganggap saya sedang bercermin, padahal saya sedang membaca eBook di PDA saya, wakakaka saya tertawa sendiri :)) :D.... []

Tulisan ini saya buat dari kejadian sebenarnya, untuk mendukung tulisan Pak Donny BU yang berjudul "Sekte TI dan Kaum Gaptek".

Friday, September 23, 2005

TodayScreen Mercy Yang Bikin Emosi

HP iPAQ 6365
Pagi ini saya didatangi oleh tetangga saya yang punya Mercy (PocketPC, red), dia menanyakan beberapa hal yang tidak dia pahami seputar Mercy-nya, soalnya dia memang nggak bisa komputer, tapi punya mercy karena pemberian saudaranya.

Setelah saya membereskan masalahnya, saya coba utak-atik mercy tersebut, tanpa sengaja saya menemukan bahwa ternyata terdapat puluhan theme yang disimpan di storage device dan siap dipasang menghiasi latar belakang today screennya.

Saya coba pindahkan satu persatu file .tsk yang ada di storage device tersebut ke folder Windows sehingga pilihan background di Today menjadi semakin variatif, saya coba buka file .tsk satu persatu mulai dari logo klub sepak bola sampai blonde dan girl, sampai pada suatu saat saya melihat theme yang bernama Palm, saya buka themse tersebut dan JELEGERRRR!!!! Bagaikan disambar petir, gambar themes-nya bikin saya mangkel, kesel, pengen marah tapi nggak bisa...

Bagaimana tidak, di sana terdapat foto yang menampilkan Becak (Palm m500) yang dijadikan sebagai tatakan (alas) cangkir kopi diatas meja, dengan posisi layar menghadap keatas.... Tanpa basa-basi saya langsung hapus theme tersebut dan menggantinya dengan theme Blonde.

Memang sudah nasib....

-rosgani (pengguna Palm m500)-

Friday, September 09, 2005

eBook, Linspire dan PDA Lama

eBook, Linspire dan PDA Lama

Sejak saya mengganti PDA Casio Pocket Viewer dengan Palm beberapa bulan lalu, PDA Casio saya hampir tidak saya sentuh, malahan PDA tersebut sudah pindah ke beberapa tangan karena saya meminjamkanya ke teman-teman yang membutuhkan kalkulatornya untuk ujian statistik dan akuntansi di kampus.

Setelah PDA Casio tersebut kembali ketangan saya, iseng-iseng saya buka lagi eBook dalam PDA Casio Pocket Viewer saya, tanpa sengaja saya menemukan artikel eBook yang belum sempat saya baca yang berjudul Windows vs Linux yang saya ambil dari situs www.michaelhorowitz.com, di dalamnya membahas kelebihan, kekurangan dan perbandingan antara Windows dan Linux, pada artikel tersebut saya juga menemukan beberapa nama distro Linux yang belum saya coba serta beberapa situs referensi tentang Linux dan artikel-artikel linux lain, salah satu distro Linux yang menarik perhatian saya yakni distro Lindows yang kini berganti nama menjadi Linspire.

Saya langsung browsing situs-situs referensi yang ada di artikel tersebut dan tertarik juga untuk menggunakan Linspire yang memang memiliki tampilan yang manis, karena terpikat oleh kecantikannya, saat itu juga saya langsung membeli Linspire LiveCD di GudangLinux.net.

Kembali lagi ke soal PDA Casio saya, ada alasan mengapa akhir-akhir ini saya jarang menyentuhnya, padahal sejak saya membeli PDA tersebut saya hampir tidak pernah lepas darinya, jangankan dipinjamkan ke teman dalam waktu lama, di tinggalkan di rumah saja tidak pernah. Alasan pertama adalah karena saya memang sudah memiliki PDA Palm, walaupun masih tergolong Palm lama, tapi PDA Palm ini memenuhi keinginan saya untuk dapat browsing, chatting dan yang terutama mengakses e-mail dimana saja, tentu dengan menggunakan ponsel Ericsson R520m sebagai modem GPRS-nya.

Alasan kedua, cardle PDA Casio tersebut pernah terendam air semalaman sehingga konektornya sedikit berkarat dan ini menyebabkan saya sedikit kesulitan saat melakukan sinkronisasi, terkadang nyambung terkadang tidak, seringnya sih tidak, tergantung posisi konektor COM serial yang memang harus sedikit digoyang-goyang saat dipasang.

Sambil mengulang kenangan manis bersama PDA lama saya, saya coba utak-atik cradle yang rusak tadi, saya coba masukkan beberapa artikel eBook kedalamnya, namun karena cradle-nya sudah mengalami kerusakan pada tingkat stadium 3 jadi saya menyerah untuk terus menggunakan cradle tersebut. Solusinya, saya pinjam cradle PDA teman saya yang juga memiliki PDA Casio yang sama denga saya. Akhirnya saya bisa menambahkan eBook dan aplikasi baru kedalam PDA lama saya, iseng-iseng saya coba orak-atik dan memasang kembali cradle lama saya, ternyata sekarang cradle lama jadi bisa dipakai lagi.

Sementara orang lain menggunakan produk konvergensi seperti PDA Phone atau Smartphone, saya malah sibuk dengan dua buah PDA dan dua buah ponsel dalam tas saya, saya jadi teringat kolom Weekly Review di Detik.com yang ditulis oleh Pak. Donny BU dengan judul Sekte TI dan Kaum Gaptek. Terus terang saya kesindir banget tuh sama tulisan tersebut, top... salut dah sama Pak Donny, ternyata bukan cuma saya yang jadi korban teknologi :)).

Monday, August 01, 2005

Perubahan Logo Palm

Pada tanggal 24 Mei Perusahaan Palm Inc., sebagai produsen perangkat ganggam yang berdomisili di Sunnyvale, California, AS. mengumumkan perubahan logo yang selama ini dipakainya, sebelumnya perusahaan ini memang sudah beberapa kali merubah logo sejak perusahaan ini berdiri pada tahun 1996 dibawah kepemimpinan Jeff Hawkins. Bukan saja logonya yang dirubah namun symbol ticker di Nasdaq yang sebelumnya PLMO (PalmOne) dirubah menjadi PALM.

Logo Palm yang kini berubah menjadi lingkaran dengan bagian dalamnya berwarna oranye bertuliskan Palm menegaskan bahwa kini Palm memiliki visi bahwa di masa datang penggunaan perangkat genggam pribadi akan semakin meningkat dan inilah yang disebut dengan era "mobile computing", dimana proses komputasi tidak hanya melulu dilakukan didalam kantor dengan menggunakan perangkat komputer yang 'bulky' namun dengan sebuah perangkat genggam yang berukuran tidak lebih besar dari ukuran telapak tangan orang dewasa kita bisa mengerjakan pekerjaan kantor, mengakses internet maupun menjalankan aplikasi hiburan dimana saja.

Rencananya Palm juga akan mengeluarkan produk baru yang lebih powerful, baik dari sisi perangkat maupun aplikasinya, kita tunggu saja...[]

Monday, May 30, 2005

Sisi Gelap Perangkat Portabel Berkapasitas Besar

Sebuah produk teknologi terkadang bagaikan dua sisi mata pisau yang berbeda, jika pisau tersebut digunakan oleh seorang koki masak maka akan menghasilkan makanan yang enak namun akan lain ceritanya jika pisau tersebut dipegang oleh seorang pembunuh.

Kemunculan teknologi portabel dengan kemampuan penyimpanan data berkapasitas besar tentu memberikan keuntungan tersendiri bagi mereka penikmat multimedia, seperti produk Apple iPOD yang memiliki daya simpan sebesar 20GB - 40 GB, atau produk Portable Media Center yang memang dilahirkan untuk menghibur sehingga produk-produk tersebut telah dijejali dengan media penyimpanan berkapasitas besar untuk menyimpan ribuan file musik, film dan foto didalamnya.

Tidak ketinggalan juga Ponsel dan SmartPhone yang telah melengkapi dirinya dengan slot Multi Media Card, Secure Digital atau Memory Stick yang juga dapat menyimpan ratusan megabyte data. Apalagi PDA dan PocketPC, bahkan Palm --sebagai salahsatu produsen PDA dari Amerika-- baru-baru ini meluncurkan sebuah PDA terbarunya yang diberinama Pa1mOne LifeDrive yang didalamnya mengusung harddisk berukuran mini namun memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup besar, sebesar 4GB, sebuah perubahan yang eksponensial bagi Palm.

Pernahkan kita membayangkan jika semua produk tersebut di atas dapat saja digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencuri data perusahaan?, atau menyebarkan virus ke server perusahaan atau ke komputer lain?.

Semua peralatan tersebut biasanya dilengkapi juga dengan kabel data USB sebagai penghubung ke komputer karena USB memiliki transfer data yang lebih cepat dibanding proses burning kedalam CD/DVD writer, sehingga mungkin saja bagi seorang cracker ataupun penyebar virus dapat melakukan aktifitasnya hanya dengan menggunakan sebuah perangkat portabel seperti Apple iPOD misalnya.[Q]