Beruntunglah Anda jika telah memiliki perangkat genggam canggih seperti PDA Palm dengan OS 5.0 keatas, PocketPC dengan Windows PPC2002 keatas, atau SmartPhone dengan OS Symbian atau Windows Mobile 2002 keatas, karena semua perangkat itu bisa digunakan sebagai Personal Multimedia Player.
Ya, kita semua tahu bahwa semua perangkat genggam saat ini, selain sebagai alat pendukung produktifitas di kantor, di sekolah atau hal-hal serius lainnya, bisa juga digunakan untuk mengisi waktu luang sebagai alat penghibur untuk mendengarkan musik, bermain game atau menonton film. Jadi perangkat ini benar-benar lengkap dibanding perangkat PMC (Personal Multimedia Center) yang hanya dapat memainkan musik, film atau menampilkan foto digital saja.
PMC memang dibuat untuk memanjakan kita dengan fasilitas multimedia yang dimilikinya namun tidak untuk mengakses Internet, mengatur jadwal kegiatan atau mengirim SMS atau menelepon, begitu juga dengan beberapa game console yang dirilis akhir-akhir ini semua dilengkapi dengan fungsi PIM (Personal Information Manager) atau Multimedia Player dan konektifitas tanpa kabel, namun dalam hal metode input data tetap saja masih belum menandingi PDA atau PocketPC yang jauh lebih nyaman.
Lihat saja Sony PlayStation Portable (PSP), game console yang nyaris sempurna dengan kelengkapan koneksi wireless, multimedia dan layar yang jernih, namun siapa yang suka dengan proses inputnya melalui tombol joystick?, Atau Nintendo Dual Screen (NintendoDS) yang mencangkokan layar sentuh serta fasilitas chat pada perangkatnya, namun tetap masih belum dapat menyaingi PDA, PPC atau SmartPhone dalam hal konektifitas dan penanganan aplikasi.
Memang, sungguh tidak relevan jika kita membandingkan game console dengan perangkat genggam seperti PDA, PocketPC atau SmartPhone karena tujuan pembuatan game console dan PDA memang Jauh berbeda, so.. sekali lagi saya hanya mau bilang bahwa Beruntunglah mereka yang sudah memiliki PDA atau PPC yang canggih" ya itu tadi, selain dapat digunakan sebagai mesin komputasi, komunikasi juga bisa digunakan sebagai perangkat multimedia dan game console sekaligus, manjakanlah dirimu selagi bisa...!!! [Q]
I’m an indie blogger, tech geek and ordiary novice user. I might teach you something, I might tell you a cool story, or I might just make you laugh. Follow my Twitter and Instagram @rosgani
Saturday, May 14, 2005
Sunday, May 01, 2005
R520m-ku ngadat lagi
Saya sempet kaget saat penyakit R520m saya kambuh lagi, ponsel tersebut menunjukkan gejala batre boros sehingga tidak sampai satu hari saya harus mengisi ulang batrenya. Sebelumnya (kira-kira 4 bulan lalu) R520m saya pernah mengalami hal ini karena penyebab yang tidak jelas dan saat itu masalah tersebut beres dengan sendirinya padahal saya belum sempat membawanya ke teknisi atau repair shop.
Kemarin masalah tersebut muncul lagi, batre saya langsung menurun sesaat setelah saya mengisi ulang batre-nya, belum sampe satu hari batrenya minta diisi ulang, saya yakin hal ini bukan dikarenakan batrenya yang sudah drop tapi karena sesuatu yang saya juga tidak tahu. Saya mengingat-ingat penyebab munculnya masalah terakhir ini, mungkin karena kemarin siang saya sempat menunjukkan pada temen saya bagaimana cara mencopot antena-nya dan sore harinya batre ponsel saya langsung drop. Diikuti dengan panasnya bagian belakang body ponsel tersebut.
Dengan cara yang tidak "manusiawi", saya coba memperbaiki ponsel saya, ya saya sebut cara yang tidak manusiawi karena saya sama sekali tidak membongkar ponsel tersebut tapi dengan menepuk-nepuk bagian belakang body-nya serta membalikan posisi ponsel sehingga bagian antenanya berada dibawah, lalu antenanya saya bentur-benturkan ke meja, dengan 50% perasaan ragu dan 50% perasaan yakin, saya mengulangi beberapa benturan kemeja dan saya coba menyalakan ponsel tersebut, setelah beberapa jam saya cek batre-nya, waktu standby time menunjukkan peningkatan, dari asalnya 255h (sebelum diperbaiki) kini menjadi 291h bahlan malam harinyanya waktu standby meningkat sampai 304h, dan ini berarti saya berhasil memperbaiki ponsel R520m saya dengan cara yang tidak 'manusiawi' tadi.
Ponsel tua mungkin harus diperbaiki dengan cara 'kuno' juga. But...boys and girls, don't try this at home... use your own risk :))
Kemarin masalah tersebut muncul lagi, batre saya langsung menurun sesaat setelah saya mengisi ulang batre-nya, belum sampe satu hari batrenya minta diisi ulang, saya yakin hal ini bukan dikarenakan batrenya yang sudah drop tapi karena sesuatu yang saya juga tidak tahu. Saya mengingat-ingat penyebab munculnya masalah terakhir ini, mungkin karena kemarin siang saya sempat menunjukkan pada temen saya bagaimana cara mencopot antena-nya dan sore harinya batre ponsel saya langsung drop. Diikuti dengan panasnya bagian belakang body ponsel tersebut.
Dengan cara yang tidak "manusiawi", saya coba memperbaiki ponsel saya, ya saya sebut cara yang tidak manusiawi karena saya sama sekali tidak membongkar ponsel tersebut tapi dengan menepuk-nepuk bagian belakang body-nya serta membalikan posisi ponsel sehingga bagian antenanya berada dibawah, lalu antenanya saya bentur-benturkan ke meja, dengan 50% perasaan ragu dan 50% perasaan yakin, saya mengulangi beberapa benturan kemeja dan saya coba menyalakan ponsel tersebut, setelah beberapa jam saya cek batre-nya, waktu standby time menunjukkan peningkatan, dari asalnya 255h (sebelum diperbaiki) kini menjadi 291h bahlan malam harinyanya waktu standby meningkat sampai 304h, dan ini berarti saya berhasil memperbaiki ponsel R520m saya dengan cara yang tidak 'manusiawi' tadi.
Ponsel tua mungkin harus diperbaiki dengan cara 'kuno' juga. But...boys and girls, don't try this at home... use your own risk :))
Saturday, April 30, 2005
UltraDisc VCD Rental = Spammer Lokal??
Beberapa waktu lalu, di kota tempat saya tinggal telah hadir UltraDisk VCD rental, salah satu jasa rental VCD dan DVD original yang tersebar di hampir seluruh kota di Jawa Barat. Saya bersama Istri dan anak saya langsung berkunjung dan memilih beberapa film yang akan kami sewa.
Saat itu kami meminjam dua buah VCD, Shark Tale film animasi untuk anak saya dan The Cellular untuk saya dan istri, karena saya pelanggan baru, saya disodori form pendaftaran anggota dan diharuskan membayar uang pendaftaran anggota reguler sebesar Rp. 5,000 rupiah ditambah biaya sewa dua buah VCD original yang harganya jauh dari harga sewa VCD bajakan yang sudah tersebar di pelosok gang.
Dalam form pendaftaran tersebut ada kolom untuk mengisi alamat e-mail dan tanpa berpikir panjang saya langsung memasukkan alamat e-mail utama saya, saat itu tidak terpikir oleh saya bahwa pihak UltraDisk(UD) akan memberikan informasi Film terbaru melalui e-mail, saya kira e-mail tersebut sama halnya dengan nomor telepon agar disuatu saat mereka bisa menghubungi saya lewat e-mail.
Dua hari setelah itu, seperti biasa, sebelum saya pergi kerja saya selalu memeriksa e-mail melalui PDA Palm saya dengan koneksi GPRS-nya ponsel kesayangan Ericsson R520m, dan saya cukup kaget karena tiba-tiba muncul dua buah e-mail dari pihak UltraDisk dengan alamat infofilm@ultradisc.co.id, yang berisi info film terbaru plus beberapa attachment yang membuat pulsa GPRS saya terkuras, saya langsung memutuskan koneksi internet dan melihat isi e-mail tersebut, wah saya nggak perlu informasi seperti ini, selanjutnya secara baik-baik saya balas email tersebut dan meminta pihak UltraDisk untuk berhenti mengirimi saya e-mail, namun mungkin karena e-mail tersebut dikirim secara otomatis oleh system sehingga balasan saya tidak mendapat respon dari customer service secara real time.
Keesokan harinya saya masih mendapat e-mail berupa filem terbaru yang sudah mereka miliki. Sepulang kerja saya langsung menghubungi pihak UltraDisk di kota saya dan saya menjelaskan keinginan saya agar pihak UD tidak terus mengirimkan e-mail seperti itu. Namun karena e-mail tersebut dikirim oleh UltraDisk pusat, sehingga pihak UltraDisk di kota saya tidak dapat melakukan peghapusan email secara langsung namun harus menghubungi dulu pihak UD pusat di Jakarta. Untuk kedua kalinya saya datang lagi ke UD di kota saya dan mereka masih menunggu konfirmasi dari pusat, walah....
Sialnya, sampai tulisan ini saya upload, saya masih saja menerima e-mail yang berisi informasi filem terbaru plus attachment gambar yang bikin pulsa GPRS saya jebol (maklumlah saya bukan orang yang tajir dengan pulsa), dan yang bikin saya kesal, semua informasi film yang dikirimkan sudah saya tonton semua filmnya, sh!t, the sound like a spammer... yes local spammer...
Saat itu kami meminjam dua buah VCD, Shark Tale film animasi untuk anak saya dan The Cellular untuk saya dan istri, karena saya pelanggan baru, saya disodori form pendaftaran anggota dan diharuskan membayar uang pendaftaran anggota reguler sebesar Rp. 5,000 rupiah ditambah biaya sewa dua buah VCD original yang harganya jauh dari harga sewa VCD bajakan yang sudah tersebar di pelosok gang.
Dalam form pendaftaran tersebut ada kolom untuk mengisi alamat e-mail dan tanpa berpikir panjang saya langsung memasukkan alamat e-mail utama saya, saat itu tidak terpikir oleh saya bahwa pihak UltraDisk(UD) akan memberikan informasi Film terbaru melalui e-mail, saya kira e-mail tersebut sama halnya dengan nomor telepon agar disuatu saat mereka bisa menghubungi saya lewat e-mail.
Dua hari setelah itu, seperti biasa, sebelum saya pergi kerja saya selalu memeriksa e-mail melalui PDA Palm saya dengan koneksi GPRS-nya ponsel kesayangan Ericsson R520m, dan saya cukup kaget karena tiba-tiba muncul dua buah e-mail dari pihak UltraDisk dengan alamat infofilm@ultradisc.co.id, yang berisi info film terbaru plus beberapa attachment yang membuat pulsa GPRS saya terkuras, saya langsung memutuskan koneksi internet dan melihat isi e-mail tersebut, wah saya nggak perlu informasi seperti ini, selanjutnya secara baik-baik saya balas email tersebut dan meminta pihak UltraDisk untuk berhenti mengirimi saya e-mail, namun mungkin karena e-mail tersebut dikirim secara otomatis oleh system sehingga balasan saya tidak mendapat respon dari customer service secara real time.
Keesokan harinya saya masih mendapat e-mail berupa filem terbaru yang sudah mereka miliki. Sepulang kerja saya langsung menghubungi pihak UltraDisk di kota saya dan saya menjelaskan keinginan saya agar pihak UD tidak terus mengirimkan e-mail seperti itu. Namun karena e-mail tersebut dikirim oleh UltraDisk pusat, sehingga pihak UltraDisk di kota saya tidak dapat melakukan peghapusan email secara langsung namun harus menghubungi dulu pihak UD pusat di Jakarta. Untuk kedua kalinya saya datang lagi ke UD di kota saya dan mereka masih menunggu konfirmasi dari pusat, walah....
Sialnya, sampai tulisan ini saya upload, saya masih saja menerima e-mail yang berisi informasi filem terbaru plus attachment gambar yang bikin pulsa GPRS saya jebol (maklumlah saya bukan orang yang tajir dengan pulsa), dan yang bikin saya kesal, semua informasi film yang dikirimkan sudah saya tonton semua filmnya, sh!t, the sound like a spammer... yes local spammer...
Wednesday, April 20, 2005
EBook di Perangkat Genggam
Beberapa minggu setelah saya membuat artikel yang berjudul "The Man With Library in His Pocket" yang menceritakan bahwa kita sebenarnya dapat menjadikan perangkat genggam yang kita miliki, seperti halnya Ponsel, PDA, dan SmartPhone, dapat dijadikan perangkat untuk membaca eBook atau eBook Reader. Tabloid PULSA sebagai tabloid yang membahas perkembangan teknologi seluler di Indonesia memuat artikel sejenis dengan yang saya buat.
Tabloid tersebut menjadikan pembahasan eBook pada ponsel ini sebagai topik utama bulan ini. Saya sama sekali tidak menuduh atau berfikir kalau tabloid tersebut mengikuti saya, karena memang isi dan pembahasan di tabloid tersebut lebih kompleks dan lebih jelas, sementara pada situs saya dan blog saya ini saya hanya menullis testimonial sekilas saja.
Okey, all... Happy reading!
Sent with SnapperMail + R520m + Palm Ultra Thin Keyboard
Tabloid tersebut menjadikan pembahasan eBook pada ponsel ini sebagai topik utama bulan ini. Saya sama sekali tidak menuduh atau berfikir kalau tabloid tersebut mengikuti saya, karena memang isi dan pembahasan di tabloid tersebut lebih kompleks dan lebih jelas, sementara pada situs saya dan blog saya ini saya hanya menullis testimonial sekilas saja.
Okey, all... Happy reading!
Sent with SnapperMail + R520m + Palm Ultra Thin Keyboard
Wednesday, April 13, 2005
Holiday Inn, 11 April 2005
Bertempat di Ballroom Hotel Holiday Inn Bandung, acara dimulai pukul 9.30, dibuka oleh Opa Michael Sunggiardi, yang sekaligus menjadi MC pada acara tersebut.
Sesi pertama dibawakan oleh Frans Thamura Tbk. ya begitulah beliau dipanggil oleh Opa Michael S. Sunggiardi, Tbk. (terbuka) bukanlah salah satu gelar hal ini dimaksudkan karena Frans memang orang yang selalu berkecimpung di dunia Open Source bidang Java programming, beliau adalah salah satu pembicara termuda dan hal ini sempat dijadikan kuis oleh Panitia dengan pertanyaan "Urutkan 3 Pembicara berdasarkan usia yang termuda". Pada kesempatan itu Frans Thamura membahas penggunaan aplikasi Java untuk pembuatan Messenger Server setara Yahoo Messenger yang juga dapat diakses dengan menggunakan perangkat HP iPAQ PocketPC. Pada sesi ini para pengunjung diberi kesempatan untuk mencoba mengakses aplikasi messenger tersebut dengan menggunakan perangkat PocketPC, namun dari 15 orang peserta (termasuk saya) yang mencoba aplikasi tersebut hanya beberapa saja yang berhasil terhubung dengan server Messengernya. Hal ini terjadi karena dari beberapa pengguna pada saat itu ada yang menggunakan ID yang sama.
Sesi terakhir membahas penggunaan produk HP dalam kehidupan kita sehari-hari mulai dari penggunaan kamera digital dan mencetaknya kedalam Printer HP PhotoSmart milik HP melalui gelombang bluetooth, sesi ini dibawakan oleh Opa Michael Sunggiardi. Pada sesi ini juga peserta diberi kesempatan untuk mencoba dan mempraktekan cara mencetak photo yang sebelumnya memang sudah diambil sebelum acara workshop dimulai, dan mengambilnya dari PC terminal dengan perangkat PocketPC atau lebih tepat disebut PDA Phone iPAQ H6365 untuk selanjutnya di transfer melalui Bluetooth ke printer HP photoSmart yang bentuk dan ukurannya mirip seperti pemanggang roti.
Pada setiap sesi diselingi dengan perkenalan produk HP mulai dari perangkat bisnis kecil dan menengah seperti PDA, Laptop dan Printer sampai dengan perangkat enterprise, seperti server HP Proliant. Para peserta juga mendapat dua kali coffe break dan satu kali makan dengan menu yang cukup istimewa.
Setelah acara ini selesai, saya sibuk mengambil foto dan mejeng bareng para pakar IT Indonesia namun sayangnya ponsel kamera P800 Kang Wawan--rekan saya dari Subang--saat itu kehabisan baterainya, tapi untungnya saya mendapat kenalan baru Pak H. Simandjuntak yang berbaik hati untuk mengambil foto-foto di bawah ini menggunakan O2 XDA II-nya dan men-transfernya kedalam Palm saya. Pak Simandjuntak ini juga salah satu pemenang kuis SMS yang mendapatkan hadiah jaket dari HP. [Q]
Thursday, March 31, 2005
The Man With Library in His Pocket
Pernahkah Anda membayangkan bahwa ponsel atau PDA yang selama ini Anda gunakan sebenarnya bisa berfungsi lebih dari apa yang Anda ketahui saat ini?. Ponsel atau PDA yang selama ini anda gunakan sebagai alat untuk menyimpan catatan, mengatur jadwal kegiatan harian atau mesin pengingat dapat juga digunakan sebagai perpustakaan pribadi Anda.
Disadari atau tidak bahwa kemajuan teknologi perangkat genggam seperti halnya Ponsel atau PDA telah membawa kita pada babak baru dalam memanajemen hampir seluruh tatanan kehidupan kita.
Saat ini sebuah PDA atau ponsel dapat juga digunakan sebagai pembaca file eBook, ya eBook alias electronic book atau buku elektronik, yakni buku atau dokumen teks yang dikemas dalam bentuk digital dan untuk membacanya dibutuhkan aplikasi khusus yang disebut eBook Reader.
Saat ini aplikasi eBook Reader sangat beragam, hal ini dikarenakan tidak adanya standar yang ditetapkan dalam pembuatan eBook, walaupun memang pada kenyataannya kita menemukan beberapa aplikasi eBook yang begitu populer seperti Adobe Reader yang biasa disertakan dalam sebuah CD Game untuk membaca manual book game tersebut yang dikemas dalam bentuk file .PDF, .HTML atau mungkin file .TXT yang selalu disertakan pada beberapa file yang telah kita download dari Internet. Disadari atau tidak bahwa pengguna komputer dan Internet pada umumnya sedikit banyak sering bertemu dengan eBook ini, ya itu tadi buku dalam bentuk elektronik.
Bagi pengguna perangkat genggam seperti PDA atau PocketPC, aplikasi eBook reader ini biasanya sudah disertakan dalam paket CD Aplikasi bawaannya, seperti misalnya PDA Palm dengan Palm reader-nya atau PocketPC dengan Microsoft Readernya. Namun bagi pengguna SmartPhone atau ponsel pintar, aplikasi eBook ini merupakan aplikasi tambahan, yang terkadang harus kita beli atau kita download terlebih dahulu dari Internet.
Bagaimanapun kita mendapatkan aplikasi tersebut dan darimana Anda mendapatkan aplikasi tersebut, saya tidak akan membahasnya disini-tapi itu bukan berarti saya men-sahkan Anda untuk membajak software lho-namun pada intinya, dengan sedikit trik dan usaha kita, sebuah perangkat genggam seperti halnya PDA atau SmartPhone dapat kita jadikan sebagai alat pembaca eBook.
Mengapa sih kita menggunakan eBook?
Sebenarnya ada banyak alasan, mengapa kita menggunakan eBook, namun yang saat ini saya rasakan adalah fleksibilitasnya yang tinggi, sebuah eBook atau mungkin ratusan eBook dapat kita masukan kedalam sebuah perangkat genggam yang kita miliki untuk selanjutnya kita bawa-bawa kemanapun kita pergi, bayangkan jika kita harus membawa buku konvensional yang banyak dan menaruhnya didalam tas kita? sungguh repot dan melelahkan bukan?.
Selain itu pada eBook kita lebih mudah untuk mencari sebuah kata atau kalimat tanpa harus mengingat letak halamannya, berbeda halnya jika kita menggunakan buku konvensional, mencari satu kalimat tertentu dalam sebuah novel Harry Potter-nya JK. Rowling atau novel Insomnia-nya Stephen King bukanlah pekerjaan yang mudah.
Saat ini begitu banyak aplikasi pembaca eBook (eBook Reder) yang beredar dipasaran, mana yang akan kita pilih tergantung dari perangkat apa yang kita gunakan, di jajaran Palm OS kita bisa menemukan aplikasi eBook reader mulai dari yang free alias gratis sampai berbayar, walaupun gratis tapi bukan berarti aplikasi tersebut kacangan lho, sebut saja Palm Reader buatan Peanut Press, aplikasi ini selalu disertakan pada paket pembelian Palm atau bisa juga kita mendownload di situsnya http://www.peanutpress.com, atau www.palmdigitalmedia.com. Sementara pada perangkat yang menggunakan sistem operasi PocketPC kita bisa menemukan Microsoft Pocket Reader, sebuah aplikasi eBook Reader yang khusus membaca file-file eBook dengan type .lit, Microsoft juga membuat aplikasi ini untuk versi PC sehingga kita bisa membuka dokumen .lit di PC berbasis Windows.
Bagi Anda pengguna SmartPhone jangan keburu iri, karena saat ini beberapa produsen perangkat lunak juga membuat versinya untuk SymbianOS, sebut saja MobiPocket Reader, QuickOffice, TomeRaider dan masih banyak lagi.
So... tunggu apalagi?, jika Anda ingin mengisi waktu kosong dengan membaca atau ingin merubah kebiasaan Anda membawa-bawa buku atau referensi dalam tas Anda, mungkin inilah waktunya untuk memasukan semua itu kedalam perangkat genggam Anda, jika Kita mau kita juga bisa menghubungkan perangkat tersebut dengan dunia maya Internet, sehingga mencari referensi bisa dilakukan dimanapun melalui alat mungil ini. Ya semuanya begitu terasa lebih ringan dan mudah, orang lain mungkin tidak akan menyangka bahwa Anda membawa perpustakaan pribadi dalam saku Anda.[Q]
Disadari atau tidak bahwa kemajuan teknologi perangkat genggam seperti halnya Ponsel atau PDA telah membawa kita pada babak baru dalam memanajemen hampir seluruh tatanan kehidupan kita.
Saat ini sebuah PDA atau ponsel dapat juga digunakan sebagai pembaca file eBook, ya eBook alias electronic book atau buku elektronik, yakni buku atau dokumen teks yang dikemas dalam bentuk digital dan untuk membacanya dibutuhkan aplikasi khusus yang disebut eBook Reader.
Saat ini aplikasi eBook Reader sangat beragam, hal ini dikarenakan tidak adanya standar yang ditetapkan dalam pembuatan eBook, walaupun memang pada kenyataannya kita menemukan beberapa aplikasi eBook yang begitu populer seperti Adobe Reader yang biasa disertakan dalam sebuah CD Game untuk membaca manual book game tersebut yang dikemas dalam bentuk file .PDF, .HTML atau mungkin file .TXT yang selalu disertakan pada beberapa file yang telah kita download dari Internet. Disadari atau tidak bahwa pengguna komputer dan Internet pada umumnya sedikit banyak sering bertemu dengan eBook ini, ya itu tadi buku dalam bentuk elektronik.
Bagi pengguna perangkat genggam seperti PDA atau PocketPC, aplikasi eBook reader ini biasanya sudah disertakan dalam paket CD Aplikasi bawaannya, seperti misalnya PDA Palm dengan Palm reader-nya atau PocketPC dengan Microsoft Readernya. Namun bagi pengguna SmartPhone atau ponsel pintar, aplikasi eBook ini merupakan aplikasi tambahan, yang terkadang harus kita beli atau kita download terlebih dahulu dari Internet.
Bagaimanapun kita mendapatkan aplikasi tersebut dan darimana Anda mendapatkan aplikasi tersebut, saya tidak akan membahasnya disini-tapi itu bukan berarti saya men-sahkan Anda untuk membajak software lho-namun pada intinya, dengan sedikit trik dan usaha kita, sebuah perangkat genggam seperti halnya PDA atau SmartPhone dapat kita jadikan sebagai alat pembaca eBook.
Sebenarnya ada banyak alasan, mengapa kita menggunakan eBook, namun yang saat ini saya rasakan adalah fleksibilitasnya yang tinggi, sebuah eBook atau mungkin ratusan eBook dapat kita masukan kedalam sebuah perangkat genggam yang kita miliki untuk selanjutnya kita bawa-bawa kemanapun kita pergi, bayangkan jika kita harus membawa buku konvensional yang banyak dan menaruhnya didalam tas kita? sungguh repot dan melelahkan bukan?.
Selain itu pada eBook kita lebih mudah untuk mencari sebuah kata atau kalimat tanpa harus mengingat letak halamannya, berbeda halnya jika kita menggunakan buku konvensional, mencari satu kalimat tertentu dalam sebuah novel Harry Potter-nya JK. Rowling atau novel Insomnia-nya Stephen King bukanlah pekerjaan yang mudah.
Saat ini begitu banyak aplikasi pembaca eBook (eBook Reder) yang beredar dipasaran, mana yang akan kita pilih tergantung dari perangkat apa yang kita gunakan, di jajaran Palm OS kita bisa menemukan aplikasi eBook reader mulai dari yang free alias gratis sampai berbayar, walaupun gratis tapi bukan berarti aplikasi tersebut kacangan lho, sebut saja Palm Reader buatan Peanut Press, aplikasi ini selalu disertakan pada paket pembelian Palm atau bisa juga kita mendownload di situsnya http://www.peanutpress.com, atau www.palmdigitalmedia.com. Sementara pada perangkat yang menggunakan sistem operasi PocketPC kita bisa menemukan Microsoft Pocket Reader, sebuah aplikasi eBook Reader yang khusus membaca file-file eBook dengan type .lit, Microsoft juga membuat aplikasi ini untuk versi PC sehingga kita bisa membuka dokumen .lit di PC berbasis Windows.
Bagi Anda pengguna SmartPhone jangan keburu iri, karena saat ini beberapa produsen perangkat lunak juga membuat versinya untuk SymbianOS, sebut saja MobiPocket Reader, QuickOffice, TomeRaider dan masih banyak lagi.
So... tunggu apalagi?, jika Anda ingin mengisi waktu kosong dengan membaca atau ingin merubah kebiasaan Anda membawa-bawa buku atau referensi dalam tas Anda, mungkin inilah waktunya untuk memasukan semua itu kedalam perangkat genggam Anda, jika Kita mau kita juga bisa menghubungkan perangkat tersebut dengan dunia maya Internet, sehingga mencari referensi bisa dilakukan dimanapun melalui alat mungil ini. Ya semuanya begitu terasa lebih ringan dan mudah, orang lain mungkin tidak akan menyangka bahwa Anda membawa perpustakaan pribadi dalam saku Anda.[Q]
Wednesday, February 02, 2005
RIM Blackberry + Indosat
RIM (Research In Motion) adalah sebuah perusahaan Kanada yang bergerak dibidang disain, manufaktur dan pemasaran solusi di bidang wireless, baru-baru ini mengadakan kerjasama dengan salah satu operator selular Indonesia yakni Indosat untuk memasarkan produk RIM Blackcberry seri 7733 yang dipaket bersama simCARD Indosat.
Mungkin kemunculan produk RIM ini bisa menjadi salahsatu alternatif bagi pengguna mobile internet atau pelaku mobile office di Indonesia, pasalnya kebanyakan handset yang saat ini ada dipasaran dijual secara terpisah dengan simcardnya dan ketika pengguna ingin mengaktifkan fasilitas yang diberikan oleh operator selularnya maka akan timbul sedikit masalah terutama bagi para pengguna yang malas membaca manual atau "gaptek", lho "gaptek" kok punya handset canggih? Nah inilah fenoma yang muncul pada masyarakat kita. Canggih atau tidaknya suatu gadget yang dimiliki belum tentu mencerminkan penggunanya, apakah dia ber-"wawasan teknologi" atau tidak.
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Kebanyakan operator seluler di Indonesia saat ini, baik itu GSM ataupun CDMA, sudah menjejalkan "value added service" terhadap produknya, sebut saja fasilitas akses data misalnya, sehingga penggunananya dapat mengakses konten web, email atau mengirim dan menerima faks cukup dari perangkat genggam yang dimilikinya. Hal yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, karena kita sempat pesimis dengan kehadiran WAP yang pada masa-masa awal kemunculannya kurang mendapat sambutan dari masyarakat kita. Namun seiring dengan kemajuan teknologi selular dan terlebih ketika muncul teknologi GPRS (General Packet Radio Service), WAP mulai dilirik kembali, seiring dengan itu pula banyak situs-situs WAP yang lahir dengan menawarkan konten yang juga memiliki nilai lebih.
Untuk dapat mengakses data dari perangkat genggam yang kita miliki seperti ponsel, smartphone atau PDA misalnya, kita diharuskan melakukan beberapa setting yang mungkin bagi sebagian orang hal ini cukup rumit dan kurang praktis. Ya memang, beberapa operator seluler sudah memberikan fasilitas aktifasi secara otomatis lewat SMS atau yang kita kenal dengan OTA (over the air activation) namun terkadang fasilitas OTA ini tidak kompatibel dengan perangkat keluaran baru sehingga proses aktifasi tetap saja harus dilakukan secara manual.
Dengan hadirnya produk RIM Blackberry tadi yang dipasarkan dengan produk Indosat, diharapkan akan mengurangi kerumitan yang dialami kebanyakan pengguna saat ini, namun siapakah pengguna kita yang benar-benar membutuhkan perangkat seperti ini?, adakah 'demand' yang begitu kuat sehingga mendorong adanya 'supply' dari produsen Kanada untuk ikut mencicipi pasar Indonesia ini?, Walaupun sementara ini produk tersebut hanya untuk kalangan korporat tapi tidak menutup kemungkinan dalam waktu cepat atau lambat akan banyak digunakan oleh kalangan personal, jadi kita tidak perlu menggunakan laptop atau desktop untuk mengakses web, memeriksa dan membalas email namun cukup dengan sebuah alat mungil yang bisa dimasukan saku dan dibawa kemana-mana tanpa membebani kita.[Q]
Mungkin kemunculan produk RIM ini bisa menjadi salahsatu alternatif bagi pengguna mobile internet atau pelaku mobile office di Indonesia, pasalnya kebanyakan handset yang saat ini ada dipasaran dijual secara terpisah dengan simcardnya dan ketika pengguna ingin mengaktifkan fasilitas yang diberikan oleh operator selularnya maka akan timbul sedikit masalah terutama bagi para pengguna yang malas membaca manual atau "gaptek", lho "gaptek" kok punya handset canggih? Nah inilah fenoma yang muncul pada masyarakat kita. Canggih atau tidaknya suatu gadget yang dimiliki belum tentu mencerminkan penggunanya, apakah dia ber-"wawasan teknologi" atau tidak.
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Kebanyakan operator seluler di Indonesia saat ini, baik itu GSM ataupun CDMA, sudah menjejalkan "value added service" terhadap produknya, sebut saja fasilitas akses data misalnya, sehingga penggunananya dapat mengakses konten web, email atau mengirim dan menerima faks cukup dari perangkat genggam yang dimilikinya. Hal yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, karena kita sempat pesimis dengan kehadiran WAP yang pada masa-masa awal kemunculannya kurang mendapat sambutan dari masyarakat kita. Namun seiring dengan kemajuan teknologi selular dan terlebih ketika muncul teknologi GPRS (General Packet Radio Service), WAP mulai dilirik kembali, seiring dengan itu pula banyak situs-situs WAP yang lahir dengan menawarkan konten yang juga memiliki nilai lebih.
Untuk dapat mengakses data dari perangkat genggam yang kita miliki seperti ponsel, smartphone atau PDA misalnya, kita diharuskan melakukan beberapa setting yang mungkin bagi sebagian orang hal ini cukup rumit dan kurang praktis. Ya memang, beberapa operator seluler sudah memberikan fasilitas aktifasi secara otomatis lewat SMS atau yang kita kenal dengan OTA (over the air activation) namun terkadang fasilitas OTA ini tidak kompatibel dengan perangkat keluaran baru sehingga proses aktifasi tetap saja harus dilakukan secara manual.
Dengan hadirnya produk RIM Blackberry tadi yang dipasarkan dengan produk Indosat, diharapkan akan mengurangi kerumitan yang dialami kebanyakan pengguna saat ini, namun siapakah pengguna kita yang benar-benar membutuhkan perangkat seperti ini?, adakah 'demand' yang begitu kuat sehingga mendorong adanya 'supply' dari produsen Kanada untuk ikut mencicipi pasar Indonesia ini?, Walaupun sementara ini produk tersebut hanya untuk kalangan korporat tapi tidak menutup kemungkinan dalam waktu cepat atau lambat akan banyak digunakan oleh kalangan personal, jadi kita tidak perlu menggunakan laptop atau desktop untuk mengakses web, memeriksa dan membalas email namun cukup dengan sebuah alat mungil yang bisa dimasukan saku dan dibawa kemana-mana tanpa membebani kita.[Q]
Tuesday, December 21, 2004
Tutorial: Instalasi Modem R520m di SuSE 9.1
1. Hubungkan R520m ke PC dengan kabel, saya menggunakan kabel data serial dengan port COM1
2. Masuklah ke System / YaST
3. Pada YaST Control Center pilih Network Device, lalu pilih Modem
4. Pada bagian Availabele here, klik Other (not detected)
5. Lalu klik tombol Configure, maka akan masuk bagian Modem Parameters
6. Pada bagian Modem Device, pilihlah /dev/ttyS0 untuk COM1 atau /dev/ttyS1 untuk COM2 dan seterusnya, jika menggunakan kabel USB, pilih /dev/ttyACM0 atau /dev/ttyACM1 dst. (saya memilih ttyS0, karena saya pakai COM1)
7. Klik tombol Next
8. Pilihlah Custom Provider
9. Klik tombol New, maka akan masuk ke bagian Provider Parameters
10. Isilah kolom Provider name dengan "GPRS Telkomsel" (bisa diisi apa saja, bebas)
11. Pada bagian Phone Number masukkan *99***1# (angka sebelum tanda # adalah nomor CID settingan operator di ponsel, untuk memeriksanya di Ponsel R520, masuk ke Setting - Data Comm. - Data accounts - Pilih nama Koneksi yang ada - Tekan Yes, maka pada baris ke tiga akan terlihat CID=angka), saya pake Telkomsel yang kebetulan terletak di CID=5 jadi Phone Number-nya adalah *99***5#)
12. Pada bagian Username dan Password, isilah dengan username dan password yang biasa digunakan untuk mengakses WAP
13. Lalu klik tombol Next
14. Pada layar Connection Parameters, klik tombol Next lagi
15. Maka kita akan kemmbali ke layar Modem Configuration, hanya dibagian bawah pada bagian Already configure devices: sudah terdapat Modem tambahan berupa:
* Modem - Configure as ppp0 with provider GPRS Telkomsel
16. Klik tombol Finish, maka modem R520m telahs selesai di Instal
17. Setelah selesai biasanya kita ditawarkan untuk mengkonfigurasi Mail, klik OK jika akan mengkonfigurasi e-mail atau klik Cancel jika tidak.
Setelah melakukan setting modem diatas , pada System Tray akan muncul icon KInternet
- Klik kanan icon Kinternet, lalu Pilih Provider, jika terdapat provider lain, yakinkan GPRS Telkomsel yang dipilih (di centang) atau sesuaikan dengan nama provider yang anda buat.
- Pilih Interface, lalu pilih ppp0 atau yang sesuai dengan settingan (lihat langkah nomor 15 diatas).
- Klik Settings... lalu pilih Various Setting, maka akan masuk ke layar Variuos Setting Kinternet, pada bagian Interface to select start-up:
pilihlah ppp0, klik OK
Untuk memulai koneksi:
- klik kanan Kinternet, lalu klik Dial-in
- Setelah terhubung, buka browser Konqueror atau Mozilla dan mulailah surfing atau KMail untuk memeriksa e-mail.
Untuk memeriksa koneksi:
- klik kanan Kinternet, lalu klik View Log...
Untuk memeriksa jumlah bytes yang dikirim atau diterima:
- klik kanan Kinternet, lalu klik View Data Rate...
Demikian uraian singkat ini semoga membantu. [Q]
Tuesday, November 09, 2004
Musik, Film dan Foto dalam Sebuah Perangkat
Sepertinya saat ini merupakan era dimana keberadaan perangkat multimedia mobile mulai tumbuh dan berkembang, setelah dimasa lampau perangkat media seperti halnya, radio, televisi dan cd player banyak mengalami perubahan agar dapat digunakan dan dibawa-bawa kemana saja dengan mudah oleh penggunanya. Kini adalah saat dimana semua perangkat tersebut berkonvergensi menjadi sebuah perangkat media multi fungsi yang disebut Portable Media Center.
Dengan sebuah perangkat yang disebut dengan Portabel Media Center (PMC) tadi, kita dapat mendengarkan ratusan musik dengan kualitas suara prima, menonton puluhan film dengan gambar sekualitas DVD, melihat ribuan album foto, mendengarkan radio atau menonton rekaman acara televisi favorit dimana saja, karena semua itu sudah dicangkok kedalam sebuah alat yang berukuran tidak lebih lebar dari telapak tangan orang dewasa sehingga mudah dibawa-bawa oleh penggunanya.
Berbeda dengan portabel Audio/Video Jukebox yang hanya bisa memainkan beberapa format file musik atau suara saja, serta user interface yang terkadang tidak familiar menjadikan beberapa produk Audio/Video Jukebox terkesan kurag user-friendly sementara kebanyakan Portabel Media Center saat ini dijejali dengan software buatan Microsoft dengan sistem operasi Windows XP Media center Edition, dengan format file yang kompatibel dengan produk software microsoft seperti Microsoft Windows Media Video (.wmv dan .asf), Microsoft Windows Media Audio (.wma), MP3 Audio, File Gambar dan foto (.jpg, .jpeg, .jpe, .jfif), kalau pun ada beberapa format file yang dianggap teralalu besar bagi aplikasi Windows Media Video, maka aplikasi Windows Media 10 yang terdapat dalam perangkat PMC akan langsung meng-convertnya, adapun beberapa type file yang kompatibel adalah: Windows Media dan Photo Story files (.wmv and .asf), Microsoft Recorded TV Show file (.dvr-ms), MPEG movie files (.mpeg, .mpg, mpe, .m1v, .mp2v, and .mpeg2), Microsoft Windows Video file (.avi), Microsoft Windows Audio file (.wav).
Saat ini memang belum banyak perangkat PMC yang beredar dipasaran, namun beberapa produsen seperti Creative, Samsung, iRiver, Sanyo dan ViewSonic sudah mulai gencar memasarkan produknya masing-masing, sebut saja Creative Zen Portable Media Center buatan Creative yang sudah nongol dipasaran Indonesia sejak beberapa bulan lalu dan Samsung yang mengeluarkan Samsung Yepp YH-999 Portable Media Center. Keduanya menawarkan kapasitas penyimpanan sebesar 20GB yang memungkinkan kita menyimpan 85 jam film, 9000 buah file musik dan ribuan foto favorit. Bahkan untuk produk iRiver PMC-1000 memiliki kapasitas sampai dengan 40GB
Perangkat PMC ini juga dilengkapi dengan kabel Audio/Video Out sehingga kita bisa menghubugkannya dengan pesawat televisi agar tampilan menjadi lebih besar. Karena PMC itu sendiri hanya memiliki ukuran layar kurang dari 4 inci dengan resolusi 320 x 240 pixel. Sementara Untuk memindahkan file multimedia favorit dari komputer ke perangkat PMC inidisediakan kabel USB 2.0 yang memiliki daya transfer lebih cepat dari USB versi sebelumnya, semua perangkat PMC juga menyediakan Earphone dalam paket penjualannya.
Berbeda dengan PMC, dipasaran saat ini kita juga akan menemukan istilah Personal Video Player (PVP) atau Audio/Video Jukebox yang secara bentuk dan fungsinya hampir mirip dengan PMC, namun satu hal yang membedakan antara PMC dan Audio/Video Jukebox adalah sistem operasi yang digunakan, karena kebanyakan PVP hanya menggunakan interface dan sistem operasi bawaannya masing-masing sehinga terkadang ada beberapa format file musik dan/atau film yang tidak bisa dijalankan pada perangkat PVP ini.
Beberapa produk PVP yang saat ini beredar dipasaran sudah cukup banyak, sebut saja beberapa produk diantaranya seperti; Designer Vision DVX-pod, sebuah perangkat video jukebox yang memiliki disain mirip Apple iPod. Archos AV 400 atau Archos AV 420 yang memiliki kemampuan hampir menyerupai PMC namun produk ini tidak mendukung banyak format file multimedia. Thomson Lyra PDP2860 yang memiliki kemampuan untuk langsung merekam acara televisi melalui kabel konektor bawaannya. Ada juga produk lain seperti DMTECH DM-AV10 dan Goodmans X-PRO GPDR1. Semua perangkat ini juga dapat menghibur Anda saat anda sedang dalam perjalanan atau saat anda terjebak dalam kemacetan lalu-lintas.
Dimasa datang atau mungkin tidak lama lagi, kita akan banyak menemukan produk sejenis PMC atau PVP yang berkonvergensi dengan perangkat digital lain seperti ponsel atau PDA misalnya, Ya.. memang saat ini beberapa type Ponsel atau PDA/PocketPC sudah memiliki kemampuan untuk memainkan file musik dan film namun keterbatasan kompatibilitas menjadikan perangkat ini belum dapat disejajarkan dengan PMC karena kegunaan utamanya yang berbeda.
Salah satu pendekatan dari konvergensi PMC dan ponsel sudah dapat kita lihat dengan hadirnya produk baru dari Nokia yakni Nokia seri 7710 yang meerupakan perbaikan dari seri 7700, Nokia 7710 menawarkan kecanggihan dan nuansa baru dalam berkomunikasi, bukan saja kemudahan konektifitas namun ketersediaan fasilitas multimedia yang mendukung beberapa format file film dan musik menjadikan ponsel ini berbeda dari ponsel yang saat ini sudah muncul dipasaran, kita tahu bahwa Nokia 7700 memang gagal dipasaran karena itu saat ini Nokia berencana untuk meluncurkan type 7710 yang merupakan perbaikan dari seri 7700.
Berdasarkan laporan dari pihak Nokia, seri Nokia 7710 yang rencananya akan mulai dipasarkan pada pertengahan kuartal 2004 di Asia dan China ini, memiliki dukungan terhadap file multimedia seperti QCIF, MPEG4, MP3, AAC, WAV, MIDI, AMR, RealAudio 7 dan 8, JPEG, GIF, WBMP, BMP, MBM dan PNG formats. Didalamnya juga akan dilengkapi dengan software moblog client, yang memungkinkan kita dapat mengirimkan pesan teks atau gambar kepada server blog yang kita miliki, bukan hanya itu seri terbaru ini juga dilengkapi Software Visual Radio yang memungkinkan kita mendengarkan radio sementara pada layar ponsel menampilkan informasi tentang musik yang sedang dimainkannya, selain itu, dengan tambahan aksesori Nokia Streamer SU-22 memungkinkan perangkat ini dapat menerima siaran televisi digital.
Apakah keberadaan PMC ini akan mengalahkan kehadiran VCD atau DVD player konvensional?, apakah seni menonton film di bioskop atau mendengarkan pertunjukkan konser musik akan dikalahkan dengan alat ini?, semuanya tergantung dari bagaimana anda menyikapinya. [Q]
Berbeda dengan portabel Audio/Video Jukebox yang hanya bisa memainkan beberapa format file musik atau suara saja, serta user interface yang terkadang tidak familiar menjadikan beberapa produk Audio/Video Jukebox terkesan kurag user-friendly sementara kebanyakan Portabel Media Center saat ini dijejali dengan software buatan Microsoft dengan sistem operasi Windows XP Media center Edition, dengan format file yang kompatibel dengan produk software microsoft seperti Microsoft Windows Media Video (.wmv dan .asf), Microsoft Windows Media Audio (.wma), MP3 Audio, File Gambar dan foto (.jpg, .jpeg, .jpe, .jfif), kalau pun ada beberapa format file yang dianggap teralalu besar bagi aplikasi Windows Media Video, maka aplikasi Windows Media 10 yang terdapat dalam perangkat PMC akan langsung meng-convertnya, adapun beberapa type file yang kompatibel adalah: Windows Media dan Photo Story files (.wmv and .asf), Microsoft Recorded TV Show file (.dvr-ms), MPEG movie files (.mpeg, .mpg, mpe, .m1v, .mp2v, and .mpeg2), Microsoft Windows Video file (.avi), Microsoft Windows Audio file (.wav).
Saat ini memang belum banyak perangkat PMC yang beredar dipasaran, namun beberapa produsen seperti Creative, Samsung, iRiver, Sanyo dan ViewSonic sudah mulai gencar memasarkan produknya masing-masing, sebut saja Creative Zen Portable Media Center buatan Creative yang sudah nongol dipasaran Indonesia sejak beberapa bulan lalu dan Samsung yang mengeluarkan Samsung Yepp YH-999 Portable Media Center. Keduanya menawarkan kapasitas penyimpanan sebesar 20GB yang memungkinkan kita menyimpan 85 jam film, 9000 buah file musik dan ribuan foto favorit. Bahkan untuk produk iRiver PMC-1000 memiliki kapasitas sampai dengan 40GB
Berbeda dengan PMC, dipasaran saat ini kita juga akan menemukan istilah Personal Video Player (PVP) atau Audio/Video Jukebox yang secara bentuk dan fungsinya hampir mirip dengan PMC, namun satu hal yang membedakan antara PMC dan Audio/Video Jukebox adalah sistem operasi yang digunakan, karena kebanyakan PVP hanya menggunakan interface dan sistem operasi bawaannya masing-masing sehinga terkadang ada beberapa format file musik dan/atau film yang tidak bisa dijalankan pada perangkat PVP ini.
Beberapa produk PVP yang saat ini beredar dipasaran sudah cukup banyak, sebut saja beberapa produk diantaranya seperti; Designer Vision DVX-pod, sebuah perangkat video jukebox yang memiliki disain mirip Apple iPod. Archos AV 400 atau Archos AV 420 yang memiliki kemampuan hampir menyerupai PMC namun produk ini tidak mendukung banyak format file multimedia. Thomson Lyra PDP2860 yang memiliki kemampuan untuk langsung merekam acara televisi melalui kabel konektor bawaannya. Ada juga produk lain seperti DMTECH DM-AV10 dan Goodmans X-PRO GPDR1. Semua perangkat ini juga dapat menghibur Anda saat anda sedang dalam perjalanan atau saat anda terjebak dalam kemacetan lalu-lintas.
Dimasa datang atau mungkin tidak lama lagi, kita akan banyak menemukan produk sejenis PMC atau PVP yang berkonvergensi dengan perangkat digital lain seperti ponsel atau PDA misalnya, Ya.. memang saat ini beberapa type Ponsel atau PDA/PocketPC sudah memiliki kemampuan untuk memainkan file musik dan film namun keterbatasan kompatibilitas menjadikan perangkat ini belum dapat disejajarkan dengan PMC karena kegunaan utamanya yang berbeda.
Salah satu pendekatan dari konvergensi PMC dan ponsel sudah dapat kita lihat dengan hadirnya produk baru dari Nokia yakni Nokia seri 7710 yang meerupakan perbaikan dari seri 7700, Nokia 7710 menawarkan kecanggihan dan nuansa baru dalam berkomunikasi, bukan saja kemudahan konektifitas namun ketersediaan fasilitas multimedia yang mendukung beberapa format file film dan musik menjadikan ponsel ini berbeda dari ponsel yang saat ini sudah muncul dipasaran, kita tahu bahwa Nokia 7700 memang gagal dipasaran karena itu saat ini Nokia berencana untuk meluncurkan type 7710 yang merupakan perbaikan dari seri 7700.
Berdasarkan laporan dari pihak Nokia, seri Nokia 7710 yang rencananya akan mulai dipasarkan pada pertengahan kuartal 2004 di Asia dan China ini, memiliki dukungan terhadap file multimedia seperti QCIF, MPEG4, MP3, AAC, WAV, MIDI, AMR, RealAudio 7 dan 8, JPEG, GIF, WBMP, BMP, MBM dan PNG formats. Didalamnya juga akan dilengkapi dengan software moblog client, yang memungkinkan kita dapat mengirimkan pesan teks atau gambar kepada server blog yang kita miliki, bukan hanya itu seri terbaru ini juga dilengkapi Software Visual Radio yang memungkinkan kita mendengarkan radio sementara pada layar ponsel menampilkan informasi tentang musik yang sedang dimainkannya, selain itu, dengan tambahan aksesori Nokia Streamer SU-22 memungkinkan perangkat ini dapat menerima siaran televisi digital.
Apakah keberadaan PMC ini akan mengalahkan kehadiran VCD atau DVD player konvensional?, apakah seni menonton film di bioskop atau mendengarkan pertunjukkan konser musik akan dikalahkan dengan alat ini?, semuanya tergantung dari bagaimana anda menyikapinya. [Q]
Saturday, September 25, 2004
Bandwith Besar Pada Ponsel, Siapa Perlu?
EDGE, 1xEV-DO, UMTS, WCDMA, 1xEV-DV, CDMA. Semua singkatan-singkatan tersebut yang mungkin membingungkan kita, namun maksud intinya adalah: teknologi tersebut menyediakan akses data yang cepat dan besar untuk perangkat mobile (khususnya ponsel) yang kita miliki. Kecepatan dari jenis akses tersebut memang sangat bervariasi, saat ini kebanyakan ponsel yang kita miliki memang hanya digunakan untuk percakapan voice atau mengirimkan text SMS saja, namun dengan teknologi masadepan, sebuah ponsel yang mendukung teknologi diatas tadi akan dapat mengirimkan data yang lebih besar secara cepat, namun yang menjadi pertanyaannya adalah, data macam apa yang akan kita kirim dengan perangkat mobile (ponsel)?.
Kebanyakan dari data wireless saat ini dibuat dengan menggunakan .wml (wireless markup language) yakni sebuah bahasa yang dibuat hampir menyerupai .html untuk website namun sengaja diminimalis agar dapat masuk kelayar ponsel dan disalurkan pada jalur bandwith selular yang relatif kecil. Dengan aplikasi protokol yang disebut WAP (Wireless Application Protocol) kita dapat mengakses berbagai informasi, seperti bisnis, hiburan, keuangan, olah raga, cuaca dan humor, namun WAP bukanlah aplikasi pengganti web internet, WAP hanyalah sebuah browser mini dan sederhana yang memungkinkan penggunanya mengakses informasi lewat ponsel, aplikasi WAP tidak memerlukan bandwith yang sangat besar, begitu juga dengan SMS yang populer tersebut, kecuali jika kita ingin melakukan percakapan dengan lawan bicara sambil melihat wajahnya secara real time dilayar ponsel mirip telekonfrensi, namaun apakah Kita benar-benar ingin melihat wajah lawan bicara saat menelepon?.
Saat ini keberadaan game online (seperti Ragnarok) di Internet memang begitu populer, karena hal ini, beberapa produsen game berusaha untuk mencangkokan permainan online ini kedalam sebuah ponsel, hal ini jelas membutuhkan bandwith yang besar untuk dapat memainkan game secara real time pada sebuah ponsel, namun apakah kita merasa nyaman menggunakan tombol ponsel sebagai joystick?, ditambah ukuran layar yang relatif kecil?, semua kendala itu mungkin mengurungkan niat kita untuk mencoba aplikasi permainan online lewat ponsel tadi.
Penggunaan kamus, database, ensiklopedi, yang bisa diakses melalui perangkat mobile adalah suatu aplikasi yang cukup menarik, namun data tersebut hanya dibuat dalam bentuk text yang tentu tidak membutuhkan bandwith yang terlalu besar, bahkan penggunaan aplikasi data navigasi sebagai bentuk dari database yang dapat dipakai bersama aplikasi GPS (Global Positioning Systems) bisa diakses dengan mudah tanpa membutuhkan bandwith yang besar dan dapat bekerja hanya dengan menggunakan perangkat mobile berfasilitas standar.
Jika dilihat secara sekilas, data dalam bentuk text memang bukanlah sesuatu yang menarik, namun penggunaan data text adalah yang paling banyak digunakan saat ini, mengakses e-mail (tanpa attachment) secara mobil dan nirkabel, mengakses situs berita, bahkan situs RosganiSoft Mobile Article yang Anda lihat saat ini menggunakan informasi dalam bentuk text, yang memungkinkan untuk diakses secara nirkabel dengan menggunakan perangkat mobile seperti PDA, Ponsel tanpa memerlukan bandwith yang teralalu besar.
Jadi pertanyaannya, apakah anda benar-benar membutuhkan bandwith yang besar untuk perangkat mobile Anda?, jika iya, data seperti apa yang akan Anda akses dengan perangkat anda tersebut?[Q]
Kebanyakan dari data wireless saat ini dibuat dengan menggunakan .wml (wireless markup language) yakni sebuah bahasa yang dibuat hampir menyerupai .html untuk website namun sengaja diminimalis agar dapat masuk kelayar ponsel dan disalurkan pada jalur bandwith selular yang relatif kecil. Dengan aplikasi protokol yang disebut WAP (Wireless Application Protocol) kita dapat mengakses berbagai informasi, seperti bisnis, hiburan, keuangan, olah raga, cuaca dan humor, namun WAP bukanlah aplikasi pengganti web internet, WAP hanyalah sebuah browser mini dan sederhana yang memungkinkan penggunanya mengakses informasi lewat ponsel, aplikasi WAP tidak memerlukan bandwith yang sangat besar, begitu juga dengan SMS yang populer tersebut, kecuali jika kita ingin melakukan percakapan dengan lawan bicara sambil melihat wajahnya secara real time dilayar ponsel mirip telekonfrensi, namaun apakah Kita benar-benar ingin melihat wajah lawan bicara saat menelepon?.
Saat ini keberadaan game online (seperti Ragnarok) di Internet memang begitu populer, karena hal ini, beberapa produsen game berusaha untuk mencangkokan permainan online ini kedalam sebuah ponsel, hal ini jelas membutuhkan bandwith yang besar untuk dapat memainkan game secara real time pada sebuah ponsel, namun apakah kita merasa nyaman menggunakan tombol ponsel sebagai joystick?, ditambah ukuran layar yang relatif kecil?, semua kendala itu mungkin mengurungkan niat kita untuk mencoba aplikasi permainan online lewat ponsel tadi.
Penggunaan kamus, database, ensiklopedi, yang bisa diakses melalui perangkat mobile adalah suatu aplikasi yang cukup menarik, namun data tersebut hanya dibuat dalam bentuk text yang tentu tidak membutuhkan bandwith yang terlalu besar, bahkan penggunaan aplikasi data navigasi sebagai bentuk dari database yang dapat dipakai bersama aplikasi GPS (Global Positioning Systems) bisa diakses dengan mudah tanpa membutuhkan bandwith yang besar dan dapat bekerja hanya dengan menggunakan perangkat mobile berfasilitas standar.
Jika dilihat secara sekilas, data dalam bentuk text memang bukanlah sesuatu yang menarik, namun penggunaan data text adalah yang paling banyak digunakan saat ini, mengakses e-mail (tanpa attachment) secara mobil dan nirkabel, mengakses situs berita, bahkan situs RosganiSoft Mobile Article yang Anda lihat saat ini menggunakan informasi dalam bentuk text, yang memungkinkan untuk diakses secara nirkabel dengan menggunakan perangkat mobile seperti PDA, Ponsel tanpa memerlukan bandwith yang teralalu besar.
Jadi pertanyaannya, apakah anda benar-benar membutuhkan bandwith yang besar untuk perangkat mobile Anda?, jika iya, data seperti apa yang akan Anda akses dengan perangkat anda tersebut?[Q]
Friday, September 24, 2004
SABUGA, 23 September 2004
Kamis, 23 September 2004 saya menghadiri acara seminar sehari Internet yang diadakan oleh Telkom Divre III Bandung, acara digelar di Gedung Sasana Budaya Ganesha (SABUGA) Bandung merupakan rangkaian dari acara Internet Goes to School 2 yang sebelumnya sudah diadakan oleh Telkom di masing-masing Divre. namun acara seminar kali ini dipusatkan di Bandung, dalam rangka memperkenalkan konsep warnet murah untuk sekolah-sekolah yang memang sudah digagas oleh Bapak Onno W. Purbo. Ada dua orang yang saat itu menjadi pembicara pada acara yang berlangsung sangat akrab tersebut. Ibu Judith MS dari AWARI (Asosiasi Warnet Indonesia) dan juga pakar Internet Bapak Onno W. Purbo, yang kita kenal sebagai pembuat konsep VOIP Perjuangan di Indonesia.
Para peserta yang kebanyakan adalah para pendidik atau guru dari berbagai SLTP, SMA dan SMK yang datang dari daerah Bandung, Subang dan sekitarnya terlihat antusias mengikuti seminar tersebut, hal ini terbukti dari banyaknya pertanyaan dari peserta tentang materi yang disampaikan, mulai dari penggunaan Internet, pencegahan pornografi di Internet, serta pembuatan e-mail server untuk sekolah.
Pak Onno yang terlihat santai dengan pakaian batik lengan pendek, celana denim dan beralas kaki sandal gunung, terlihat sportif dan sikap-sikapnya yang kocak membuat suasana terkesan santai dan tidak kaku, sesekali Bu Judith dan Pak Onno bercanda saling menimpali dan berkomentar dengan gaya humorisnya masing-masing, Bu Judith yang melempar pertanyaan "apa sih arti homepage?" tidak ada satupun peserta yang tepat menjawab akhirnya pertanyaan di lempar ke Pak Onno yang sedang sibuk menjawab e-mail dengan laptop-nya, Pak Onno mengomentarinya dengan jawaban canda yag diikuti oleh gelak tawa peserta.
Saat itu saya kebetulan berkesempatan untuk mempresentasikan situs yang sedang Anda baca ini, pasalnya Bu Judith bertanya "Apakah ada peserta yang memiliki homepage pribadi?" akhirnya saya maju kedepan dan moment ini tidak saya sia-siakan untuk ber-foto bersama pakar Internet Indonesia, Bapak Onno W. Purbo yang saat itu masih asyik dengan laptopnya membalas e-mail dari rekan-rekan milisnya. Akhirnya saya duduk didepan, disamping Pak Onno, karena Bu Judith meminta saya untuk menjadi asisten dadakan agar saya membukakan beberapa situs yang sedang beliau bahas saat itu.
Acara yang berlangsung kurang lebih lima jam itu, diakhiri dengan pembahasan konsep Internet murah bagi sekolah-sekolah dan pembagian hadiah berupa CD dokumentasi yang dibuat khusus oleh bapak Onno, Starterpack Flexi Area Bandung, Majalah Bisnis Komputer, Kartu InstantSave edisi launching dan beberapa merchandise lain dari Telkom.[Q]

Terima kasih untuk Bpk. Junaedi dari Telkom Subang yang sudah mengundang saya dalam acara tersebut, Anda bukan hanya memberikan ilmu dan pengalaman buat saya tapi juga mewujudkan mimpi saya untuk bertemu dengan pakar Internet Indonesia.
Terima kasih juga saya ucapkan buat rekan-rekan di SMK Bina Putera Subang, atas support-nya yang mebuat saya percaya diri saat tampil kedepan.
Para peserta yang kebanyakan adalah para pendidik atau guru dari berbagai SLTP, SMA dan SMK yang datang dari daerah Bandung, Subang dan sekitarnya terlihat antusias mengikuti seminar tersebut, hal ini terbukti dari banyaknya pertanyaan dari peserta tentang materi yang disampaikan, mulai dari penggunaan Internet, pencegahan pornografi di Internet, serta pembuatan e-mail server untuk sekolah.
Pak Onno yang terlihat santai dengan pakaian batik lengan pendek, celana denim dan beralas kaki sandal gunung, terlihat sportif dan sikap-sikapnya yang kocak membuat suasana terkesan santai dan tidak kaku, sesekali Bu Judith dan Pak Onno bercanda saling menimpali dan berkomentar dengan gaya humorisnya masing-masing, Bu Judith yang melempar pertanyaan "apa sih arti homepage?" tidak ada satupun peserta yang tepat menjawab akhirnya pertanyaan di lempar ke Pak Onno yang sedang sibuk menjawab e-mail dengan laptop-nya, Pak Onno mengomentarinya dengan jawaban canda yag diikuti oleh gelak tawa peserta.
Saat itu saya kebetulan berkesempatan untuk mempresentasikan situs yang sedang Anda baca ini, pasalnya Bu Judith bertanya "Apakah ada peserta yang memiliki homepage pribadi?" akhirnya saya maju kedepan dan moment ini tidak saya sia-siakan untuk ber-foto bersama pakar Internet Indonesia, Bapak Onno W. Purbo yang saat itu masih asyik dengan laptopnya membalas e-mail dari rekan-rekan milisnya. Akhirnya saya duduk didepan, disamping Pak Onno, karena Bu Judith meminta saya untuk menjadi asisten dadakan agar saya membukakan beberapa situs yang sedang beliau bahas saat itu.
Acara yang berlangsung kurang lebih lima jam itu, diakhiri dengan pembahasan konsep Internet murah bagi sekolah-sekolah dan pembagian hadiah berupa CD dokumentasi yang dibuat khusus oleh bapak Onno, Starterpack Flexi Area Bandung, Majalah Bisnis Komputer, Kartu InstantSave edisi launching dan beberapa merchandise lain dari Telkom.[Q]
Terima kasih untuk Bpk. Junaedi dari Telkom Subang yang sudah mengundang saya dalam acara tersebut, Anda bukan hanya memberikan ilmu dan pengalaman buat saya tapi juga mewujudkan mimpi saya untuk bertemu dengan pakar Internet Indonesia.
Terima kasih juga saya ucapkan buat rekan-rekan di SMK Bina Putera Subang, atas support-nya yang mebuat saya percaya diri saat tampil kedepan.
Saturday, August 28, 2004
Live Up "Death"
Beberapa hari lalu saya baru saja tertimpa musibah, ya sebut saja begitu... bagaimana tidak, beberapa menit setelah saya melakukan pengisian ulang pulsa, lalu pulsa yang baru saja saya beli tersebut langsung hilang begitu saja.
Bermula ketika saya bermaksud untuk memeriksa e-mail di PC dengan menggunakan ponsel Ericsson R520m sebagai modem GPRS dan menyambungkannya dengan kabel data melalui port COM1, setelah proses receiving beberapa pesan yang tidak terlalu besar, saya tidak langsung menutup koneksi Internet melalui GPRS tersebut. Dari sinilah permasalahan mulai muncul...
Saya mulai mengaktifkan aplikasi mIRC untuk menyapa beberapa teman di channel #ForumPonsel dan #Windows95, sesaat saya terhubung dengan mereka dan mulai melakukan chat seperti biasa, namun tiba-tiba pembicaraan yang baru saja berlangsung beberapa menit itu langsung terhenti (terputus), hal ini terlihat dari lawan chat saya yang tidak melakukan jawaban, saya lihat indikator konkesi Internet berupa dua buah layar monitor yang berada di bagian notification area juga berhenti berkedip, awalnya saya mengira konkesi terputus karena jaringan yang sibuk (padahal hal ini tidak pernah terjadi jika saya menggunakan koneksi dengan GPRS, berbeda dengan akses melalui Dial-up PSTN (Public Switch Telephone Network) yang terkadang hubungan tiba-tiba terputus dengan sendirinya), namun ketika saya coba koneksi ulang akses tetap tidak mau terhubung dan pada layar muncul keterangan Failed to connect to remote computer
Saya langsung mencabut R520m dari kabelnya dan memeriksa sisa pulsa yang tersisa, alangkah kagetnya saya ketika sisa pulsa yang ada hanya tinggal Rp. 2.195, saat itu juga saya langsung memeriksa jumlah file yang baru saja saya terima pada bagian Last Session yang terdapat di menu Call Info -> Data Counters, dan saya semakin terkejut ketika saya menemukan puluhan ribu byte baru saja saya terima (receive), padahal saya sama sekali tidak mengakses situs .HTML ataupun WAP dengan browser dan saya juga sangat yakin sekali kalau pesan e-mail yang saya ambil tadi tidak memiliki file attachment, hanya e-mail dengan format .TXT dari teman saya itupun hanya beberapa baris saja.
Saya mengira kalau ini ulah aplikasi spyware yang terkadang membuat koneksi secara diam-diam kesitus tertentu untuk mengambil file tertentu, karena perkiraan itu saya mencoba mencarinya dengan bantuan Find -> Files or Folders dan mengisi beberapa opsi untuk melihat file yang baru saja diakses oleh komputer saya, beberapa saat meuncul sederetan file dan ketika saya sortir munculah sebuah file yang menyebabkan masalah.
Perlu kita ketahui sebelumnya, bahwa perhitungan biaya akses GPRS berbeda dengan akses memalui Dial-up. Akses Dial-up melalui sambungan PSTN (telepon rumah), umumnya melakukan perhitungan tarif berdasarkan satuan waktu,sementara biaya aksesGPRS dihitung berdasarkan jumlah data yang kita ambil dan kita terima, semakin banyak jumlah pulsa yang kita ambil/terima maka semakin besar jumlah biaya yang harus kita keluarkan. Saat itu saya menggunakan operator proXL yang memiliki tarif sebesar Rp. 25/Kb (kilobyte).
Penyebabnya adalah faslitas Live Update yang dengan begitu 'penuh pengertian' mengambil data antivirus terbaru dari situsnya Symantec. Saya baru ingat bahwa dua hari lalu saya baru saja meng-install ulang Norton AntiVirus 2003, saat itu saya lupa mematikan fungsi Live Upadate di menu Options, dan menghilangkan ceklis pada bagian Enable automatic LiveUpdate yang terdapat dibagian 'How to Stay Update', karena itu pulsa yang baru saja saya beli terbuang dengan percuma karena file yang terambil dari situs Symnatec tadi belum sepenuhnya ter-download dengan sempurna, ya itulah alasannya kenapa saya menulis judul tulisan ini dengan Live up "death", karena fasilitas Live Update pada Norton AntiVirus menyebabkan 'kematian' pada koneksi GPRS di ponsel saya.[Q]
Bermula ketika saya bermaksud untuk memeriksa e-mail di PC dengan menggunakan ponsel Ericsson R520m sebagai modem GPRS dan menyambungkannya dengan kabel data melalui port COM1, setelah proses receiving beberapa pesan yang tidak terlalu besar, saya tidak langsung menutup koneksi Internet melalui GPRS tersebut. Dari sinilah permasalahan mulai muncul...
Saya mulai mengaktifkan aplikasi mIRC untuk menyapa beberapa teman di channel #ForumPonsel dan #Windows95, sesaat saya terhubung dengan mereka dan mulai melakukan chat seperti biasa, namun tiba-tiba pembicaraan yang baru saja berlangsung beberapa menit itu langsung terhenti (terputus), hal ini terlihat dari lawan chat saya yang tidak melakukan jawaban, saya lihat indikator konkesi Internet berupa dua buah layar monitor yang berada di bagian notification area juga berhenti berkedip, awalnya saya mengira konkesi terputus karena jaringan yang sibuk (padahal hal ini tidak pernah terjadi jika saya menggunakan koneksi dengan GPRS, berbeda dengan akses melalui Dial-up PSTN (Public Switch Telephone Network) yang terkadang hubungan tiba-tiba terputus dengan sendirinya), namun ketika saya coba koneksi ulang akses tetap tidak mau terhubung dan pada layar muncul keterangan Failed to connect to remote computer
Saya langsung mencabut R520m dari kabelnya dan memeriksa sisa pulsa yang tersisa, alangkah kagetnya saya ketika sisa pulsa yang ada hanya tinggal Rp. 2.195, saat itu juga saya langsung memeriksa jumlah file yang baru saja saya terima pada bagian Last Session yang terdapat di menu Call Info -> Data Counters, dan saya semakin terkejut ketika saya menemukan puluhan ribu byte baru saja saya terima (receive), padahal saya sama sekali tidak mengakses situs .HTML ataupun WAP dengan browser dan saya juga sangat yakin sekali kalau pesan e-mail yang saya ambil tadi tidak memiliki file attachment, hanya e-mail dengan format .TXT dari teman saya itupun hanya beberapa baris saja.
Saya mengira kalau ini ulah aplikasi spyware yang terkadang membuat koneksi secara diam-diam kesitus tertentu untuk mengambil file tertentu, karena perkiraan itu saya mencoba mencarinya dengan bantuan Find -> Files or Folders dan mengisi beberapa opsi untuk melihat file yang baru saja diakses oleh komputer saya, beberapa saat meuncul sederetan file dan ketika saya sortir munculah sebuah file yang menyebabkan masalah.
Perlu kita ketahui sebelumnya, bahwa perhitungan biaya akses GPRS berbeda dengan akses memalui Dial-up. Akses Dial-up melalui sambungan PSTN (telepon rumah), umumnya melakukan perhitungan tarif berdasarkan satuan waktu,sementara biaya aksesGPRS dihitung berdasarkan jumlah data yang kita ambil dan kita terima, semakin banyak jumlah pulsa yang kita ambil/terima maka semakin besar jumlah biaya yang harus kita keluarkan. Saat itu saya menggunakan operator proXL yang memiliki tarif sebesar Rp. 25/Kb (kilobyte).
Penyebabnya adalah faslitas Live Update yang dengan begitu 'penuh pengertian' mengambil data antivirus terbaru dari situsnya Symantec. Saya baru ingat bahwa dua hari lalu saya baru saja meng-install ulang Norton AntiVirus 2003, saat itu saya lupa mematikan fungsi Live Upadate di menu Options, dan menghilangkan ceklis pada bagian Enable automatic LiveUpdate yang terdapat dibagian 'How to Stay Update', karena itu pulsa yang baru saja saya beli terbuang dengan percuma karena file yang terambil dari situs Symnatec tadi belum sepenuhnya ter-download dengan sempurna, ya itulah alasannya kenapa saya menulis judul tulisan ini dengan Live up "death", karena fasilitas Live Update pada Norton AntiVirus menyebabkan 'kematian' pada koneksi GPRS di ponsel saya.[Q]
Monday, August 09, 2004
Mengimunisasi Perangkat Genggam
Jumlah virus untuk perangkat genggam (ponsel, PDA, PocketPC, SmartPhone) saat ini memang masih dapat dihitung dengan jari, namun keberadaannya cukup meresahkan para penggunanya . Baru-baru ini beberapa media baik cetak maupun elektronik melaporkan adanya virus yang dapat menyerang perangkat genggam. Virus Cabir adalah salah satu jenis virus ponsel yang dapat menyebarkan diri melalui jalur bluetooth dengan metode bluejacking yang merupakan virus percobaan yang dibuat oleh kelompok BitDefender yang berbasis di Romania, mereka ingin membuktikan bahwa ternyata perangkat genggam seperti halnya ponsel dan PDA juga dapat terkena virus. Kelompok itu juga meng-klaim bahwa mereka adalah yang pertama menciptakan virus untuk system operasi Windows CE (sistem operasi yang dibuat oleh Microsoft untuk perangkat genggam, saat ini Windows CE berubah nama menjadi Windows Mobile)
Penggunaan anti virus pada perangkat genggam memang bukanlah satu-satunya sebuah solusi yang tepat, terbukti bahwa kebanyakan virus, trojan atau worm selalu selangkah lebih hebat dari anti-virusnya, hal ini sama dengan 'rumusan hukum' yang terjadi di dunia PC desktop saat ini bahwa virus akan dapat diatasi jika dan hanya jika sebuah virus sudah menyebar dan terdeteksi, walaupun begitu saat ini perusahaan anti-virus, baik perusahaan yang sudah kita kenal maupun perusahaan anti-virus pendatang baru seakan berlomba-lomba untuk membuat anti-virus yang dibuat untuk perangkat genggam.
"Jangan pernah membuka file attachment dari pengirim yang tidak kita kenal", mungkin peringatan itu sering kita dengar atau kita baca sebagai salah satu tips untuk mencegah masuknya 'malware code' ke perangkat kita. Namun kata-kata peringatan tersebut hampir tidak dapat kita ikuti saat ini, pasalnya kebanyakan perangkat genggam moderen saat ini memiliki fasilitas "Push e-mail" yang dapat menerima/mengambil e-mail secara otomatis dari server e-mail kita, sehingga masuknya kode jahat yang disertakan dalam attachment pada e-mail sudah tentu tidak dapat kita cegah. Kasus lain, seperti halnya virus Cabir, beberapa worm dan 'code jahat' lain bahkan dapat menyebarkan dirinya melalui jalur bluetooth secara diam-diam, untuk itu, matikanlah fasilitas bluetooth pada perangkat kita dan yakinkan bahwa fasilitas bluetooth tidak dalam posisi Discoverable Mode.
Sebuah worm atau kode jahat juga dapat dengan mudah masuk pada perangkat genggam saat perangkat tersebut melakukan sinkronisasi dengan perangkat lain, kita tahu bahwa saat ini kebanyakan perangkat genggam seperti halnya PDA, SmartPhone dan ponsel dapat men-sinkronisasi-kan data dengan sebuah PC atau server Internet, pastikanlah bahwa kita sudah menjaga PC atau koneksi Internet kita dengan database anti-virus terakhir dan anti-virus yag kita gunakan juga mendukung perangkat genggam.
Sebagai pengguna perangkat genggam, kita hendaknya memahami paltform, apa yang kita pakai (PalmOS, Microsoft, dan Symbian) dan aplikasi mana yang cocok dengan paltform tersebut untuk mencegah dan menyulitkan seorang hacker jahat/cracker menembus sistem pada perangkat kita. Pada sebuah PC desktop kita mengenal 'pembagian personalisasi' untuk penggunaan spesifik seperti "administator" atau "user", dalam perangkat genggam hampir sulit atau bahkan tidak ada pembagian penggunaan seperti ini sehingga data dan informasi rahasia yang tersimpan dalam perangkat genggam tidak dapat disembunyikan. Namun ada beberapa palikasi yang dibuat oleh pihak ketiga (third party software) untuk melindungi data pribadi dalam perangkat genggam yang kita miliki. Bukanlah suatu ide yang buruk jika kita memasang password setiap kali akan memasang aplikasi baru pada perangkat genggam yang kita miliki, walaupun memang kedengarannya agak sedikit rumit namun ini merupakan salah satu pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari seorang yang akan memasang aplikasi lain pada perangkat yang kita miliki.
Perangkat genggam dengan sistem operasi Palm OS saat ini tidak memiliki fasilitas multi-tasking bagi pengguna seperti halnya pada perangkat dengan sistem operasi Windows Mobile, hal ini tentu menyulitkan (tapi bukannya tidak mungkin) bagi sebuah worm atau virus untuk menjalankan aksinya, namun dalam waktu yang tidak lama lagi Palm OS 6 dengan nama "Cobalt" akan muncul pada perangkat genggam dimasa datang yang memungkinkan sebuah perangkat tersebut menjalankan aplikasi dibalik system (background proccess), namun PalmSource sebagai pengembangnya sudah berhati-hati dari kemungkinan buruk adanya penyusupan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga proses transfer aplikasi baik melalui inframerah atau bluetooth tidak diperbolehkan tanpa adanya konfirmasi dari si penerima dan dari pengirim yang sudah terdaftar.
Kita semua berharap semoga para developer serta pengembang program aplikasi, baik pembuat sistem operasi, aplikasi dan anti-virus mau belajar dari kesalahannya dimasa lalu saat mereka masih bergelut di dunia PC desktop agar mampu mengamankan sistem perangkat lunak yang mereka buat sejak dini, sehingga kita sebagai pengguna tidak menemukan kesulitan dalam mengerjakan pekerjaan kita sehari-hari.[Q]
Penggunaan anti virus pada perangkat genggam memang bukanlah satu-satunya sebuah solusi yang tepat, terbukti bahwa kebanyakan virus, trojan atau worm selalu selangkah lebih hebat dari anti-virusnya, hal ini sama dengan 'rumusan hukum' yang terjadi di dunia PC desktop saat ini bahwa virus akan dapat diatasi jika dan hanya jika sebuah virus sudah menyebar dan terdeteksi, walaupun begitu saat ini perusahaan anti-virus, baik perusahaan yang sudah kita kenal maupun perusahaan anti-virus pendatang baru seakan berlomba-lomba untuk membuat anti-virus yang dibuat untuk perangkat genggam.
"Jangan pernah membuka file attachment dari pengirim yang tidak kita kenal", mungkin peringatan itu sering kita dengar atau kita baca sebagai salah satu tips untuk mencegah masuknya 'malware code' ke perangkat kita. Namun kata-kata peringatan tersebut hampir tidak dapat kita ikuti saat ini, pasalnya kebanyakan perangkat genggam moderen saat ini memiliki fasilitas "Push e-mail" yang dapat menerima/mengambil e-mail secara otomatis dari server e-mail kita, sehingga masuknya kode jahat yang disertakan dalam attachment pada e-mail sudah tentu tidak dapat kita cegah. Kasus lain, seperti halnya virus Cabir, beberapa worm dan 'code jahat' lain bahkan dapat menyebarkan dirinya melalui jalur bluetooth secara diam-diam, untuk itu, matikanlah fasilitas bluetooth pada perangkat kita dan yakinkan bahwa fasilitas bluetooth tidak dalam posisi Discoverable Mode.
Sebuah worm atau kode jahat juga dapat dengan mudah masuk pada perangkat genggam saat perangkat tersebut melakukan sinkronisasi dengan perangkat lain, kita tahu bahwa saat ini kebanyakan perangkat genggam seperti halnya PDA, SmartPhone dan ponsel dapat men-sinkronisasi-kan data dengan sebuah PC atau server Internet, pastikanlah bahwa kita sudah menjaga PC atau koneksi Internet kita dengan database anti-virus terakhir dan anti-virus yag kita gunakan juga mendukung perangkat genggam.
Sebagai pengguna perangkat genggam, kita hendaknya memahami paltform, apa yang kita pakai (PalmOS, Microsoft, dan Symbian) dan aplikasi mana yang cocok dengan paltform tersebut untuk mencegah dan menyulitkan seorang hacker jahat/cracker menembus sistem pada perangkat kita. Pada sebuah PC desktop kita mengenal 'pembagian personalisasi' untuk penggunaan spesifik seperti "administator" atau "user", dalam perangkat genggam hampir sulit atau bahkan tidak ada pembagian penggunaan seperti ini sehingga data dan informasi rahasia yang tersimpan dalam perangkat genggam tidak dapat disembunyikan. Namun ada beberapa palikasi yang dibuat oleh pihak ketiga (third party software) untuk melindungi data pribadi dalam perangkat genggam yang kita miliki. Bukanlah suatu ide yang buruk jika kita memasang password setiap kali akan memasang aplikasi baru pada perangkat genggam yang kita miliki, walaupun memang kedengarannya agak sedikit rumit namun ini merupakan salah satu pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari seorang yang akan memasang aplikasi lain pada perangkat yang kita miliki.
Perangkat genggam dengan sistem operasi Palm OS saat ini tidak memiliki fasilitas multi-tasking bagi pengguna seperti halnya pada perangkat dengan sistem operasi Windows Mobile, hal ini tentu menyulitkan (tapi bukannya tidak mungkin) bagi sebuah worm atau virus untuk menjalankan aksinya, namun dalam waktu yang tidak lama lagi Palm OS 6 dengan nama "Cobalt" akan muncul pada perangkat genggam dimasa datang yang memungkinkan sebuah perangkat tersebut menjalankan aplikasi dibalik system (background proccess), namun PalmSource sebagai pengembangnya sudah berhati-hati dari kemungkinan buruk adanya penyusupan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga proses transfer aplikasi baik melalui inframerah atau bluetooth tidak diperbolehkan tanpa adanya konfirmasi dari si penerima dan dari pengirim yang sudah terdaftar.
Kita semua berharap semoga para developer serta pengembang program aplikasi, baik pembuat sistem operasi, aplikasi dan anti-virus mau belajar dari kesalahannya dimasa lalu saat mereka masih bergelut di dunia PC desktop agar mampu mengamankan sistem perangkat lunak yang mereka buat sejak dini, sehingga kita sebagai pengguna tidak menemukan kesulitan dalam mengerjakan pekerjaan kita sehari-hari.[Q]
Monday, June 21, 2004
Telepon seluler, mengulang sejarah PC?
Saat pertama kali ponsel diciptakan, orang mungkin tidak begitu risih dengan bentuk yang segede bagong menyerupai batu bata atau istilah orang jawa bilang "mbandesu" (=mbandem asu) karena bentuknya yang besar hingga bisa dipakai orang untuk melempar anjing, namun saat ini kebanyakan ponsel diciptakan dengan bentuk dan ukuran yang cendrung kecil, lihat saja, sejak tiga tahun belakangan ini kebanyakan produsen ponsel membuat disain yang ramping dan kecil.
Begitu juga dengan komputer digital, pada masa awal diciptakan bentuknya hampir sebesar lemari besar dan terdiri dari ratusan transistor hampa udara, revolusi industri dan kemajuan teknologi membawa perubahan baru dalam dunia komputer, dari bentuk yang sebesar lemari menyusut menjadi begitu kecil sehingga sebuah komputer dapat dimasukkan kedalam saku kemeja bahkan dipasang dipergelangan tangan seperti halnya sebuah jam tangan.
Tampilan layar ponsel yang awalnya seperti deretan lampu-lampu merah kecil berubah menjadi layar LCD (liquid cristal display) yang lebih tipis dan ringan, namun dengan kemajuan teknologi, para produsen ponsel terdorong untuk menghasilkan ponsel dengan layar yang bisa menghasilkan ribuan warna seperti halnya pada layar sebuah komputer, sehingga memungkinkan bagi sebuah ponsel untuk menampilkan klip video, film atau game favorit dengan lebih hidup dan realistik.
Sebuah komputer pada awalnya hanya dibuat untuk mengolah data teks dan angka-angka saja, namun lagi-lagi kemajuan teknologi yang mendorong sebuah PC untuk dapat juga digunakan sebagai perangkat multimedia, mulai dari memainkan musik, video, merekam suara, bermain game 3D, bahkan mengedit semua data multimedia untuk selanjutnya diolah kembali sesuai dengan kebutuhan kita. Kita lihat juga bagaimana teknologi ponsel saat ini, ponsel yang pada awalnya hanya memiliki fasilitas pengiriman teks pendek saja atau yang kita kenal dengan sebutan Short Message Service (SMS), namun kini hampir semua produk ponsel memiliki dukungan multimedia, mulai dari menampilkan foto, kamera digital, memainkan berbagai jenis file musik, memainkan file video, bahkan mengedit dan mengolah klip video sehingga pembuatan klip sederhana dapat dilakukan hanya dengan bantuan sebuah ponsel saja.
Saat ini kita memang sudah tidak asing melihat Internet, namun pada masa awal komputer diciptakan tidak ada yang mengira jika komputer dapat saling terhubung ke seluruh dunia sehingga penggunanya dapat dengan mudah berkomunikasi dan bertukar file satu sama lain. Kita lihat juga telepon seluler yang memang digunakan khusus sebagai alat komunikasi, pada awalnya sebuah ponsel hanya dapat mentransfer sinyal-sinyal suara saja, namun saat ini sebuah ponsel dapat mengirimkan pesan berupa teks, gambar bahkan pesan multimedia serta dapat juga digunakan untuk mengakses data seperti yang dapat dilakukan oleh sebuah komputer, ada berbagai jenis koneksi yang dimiliki oleh ponsel mulai dari koneksi infra merah yang berjarak pendek, bluetooth, teknologi GPRS dan EDGE yang memungkinkan sebuah ponsel dapat terhubung dengan dunia Internet secara nirkabel.
Ponsel atau lebih tepatnya disebut SmartPhone dengan teknologi terbaru saat ini seakan memiliki "otak" yang bisa menyimpan semua ingatan kita, melalui lensa kamera digitalnya seakan dia dapat "melihat" kita, dengan mikropon-nya seakan dia bisa "mendengar" ucapan kita, dengan layar touchscreen-nya seakan dia bisa "merasakan" sentuhan kita.
Jika kita lihat perjalanan teknologi sebuah ponsel mirip seperti apa yang terjadi dengan komputer, teknologi ponsel seakan mengulang sejarah PC, yang membedakan adalah proses "evolusi" yang dialami ponsel lebih cepat dari "evolusi" yang dialami oleh komputer (PC), namun dilihat dari perkembangan ponsel saat ini belum menunjukkan sebuah titik pemberhentian seperti pengalaman kita dalam menggunakan komputer PC maupun komputer notebook atau laptop dalam menyelesaikan pekerjaan kita sehari-hari.[Q]
Begitu juga dengan komputer digital, pada masa awal diciptakan bentuknya hampir sebesar lemari besar dan terdiri dari ratusan transistor hampa udara, revolusi industri dan kemajuan teknologi membawa perubahan baru dalam dunia komputer, dari bentuk yang sebesar lemari menyusut menjadi begitu kecil sehingga sebuah komputer dapat dimasukkan kedalam saku kemeja bahkan dipasang dipergelangan tangan seperti halnya sebuah jam tangan.
Tampilan layar ponsel yang awalnya seperti deretan lampu-lampu merah kecil berubah menjadi layar LCD (liquid cristal display) yang lebih tipis dan ringan, namun dengan kemajuan teknologi, para produsen ponsel terdorong untuk menghasilkan ponsel dengan layar yang bisa menghasilkan ribuan warna seperti halnya pada layar sebuah komputer, sehingga memungkinkan bagi sebuah ponsel untuk menampilkan klip video, film atau game favorit dengan lebih hidup dan realistik.
Sebuah komputer pada awalnya hanya dibuat untuk mengolah data teks dan angka-angka saja, namun lagi-lagi kemajuan teknologi yang mendorong sebuah PC untuk dapat juga digunakan sebagai perangkat multimedia, mulai dari memainkan musik, video, merekam suara, bermain game 3D, bahkan mengedit semua data multimedia untuk selanjutnya diolah kembali sesuai dengan kebutuhan kita. Kita lihat juga bagaimana teknologi ponsel saat ini, ponsel yang pada awalnya hanya memiliki fasilitas pengiriman teks pendek saja atau yang kita kenal dengan sebutan Short Message Service (SMS), namun kini hampir semua produk ponsel memiliki dukungan multimedia, mulai dari menampilkan foto, kamera digital, memainkan berbagai jenis file musik, memainkan file video, bahkan mengedit dan mengolah klip video sehingga pembuatan klip sederhana dapat dilakukan hanya dengan bantuan sebuah ponsel saja.
Saat ini kita memang sudah tidak asing melihat Internet, namun pada masa awal komputer diciptakan tidak ada yang mengira jika komputer dapat saling terhubung ke seluruh dunia sehingga penggunanya dapat dengan mudah berkomunikasi dan bertukar file satu sama lain. Kita lihat juga telepon seluler yang memang digunakan khusus sebagai alat komunikasi, pada awalnya sebuah ponsel hanya dapat mentransfer sinyal-sinyal suara saja, namun saat ini sebuah ponsel dapat mengirimkan pesan berupa teks, gambar bahkan pesan multimedia serta dapat juga digunakan untuk mengakses data seperti yang dapat dilakukan oleh sebuah komputer, ada berbagai jenis koneksi yang dimiliki oleh ponsel mulai dari koneksi infra merah yang berjarak pendek, bluetooth, teknologi GPRS dan EDGE yang memungkinkan sebuah ponsel dapat terhubung dengan dunia Internet secara nirkabel.
Ponsel atau lebih tepatnya disebut SmartPhone dengan teknologi terbaru saat ini seakan memiliki "otak" yang bisa menyimpan semua ingatan kita, melalui lensa kamera digitalnya seakan dia dapat "melihat" kita, dengan mikropon-nya seakan dia bisa "mendengar" ucapan kita, dengan layar touchscreen-nya seakan dia bisa "merasakan" sentuhan kita.
Jika kita lihat perjalanan teknologi sebuah ponsel mirip seperti apa yang terjadi dengan komputer, teknologi ponsel seakan mengulang sejarah PC, yang membedakan adalah proses "evolusi" yang dialami ponsel lebih cepat dari "evolusi" yang dialami oleh komputer (PC), namun dilihat dari perkembangan ponsel saat ini belum menunjukkan sebuah titik pemberhentian seperti pengalaman kita dalam menggunakan komputer PC maupun komputer notebook atau laptop dalam menyelesaikan pekerjaan kita sehari-hari.[Q]
Monday, June 07, 2004
10 Fakta Tentang PDA
Yakinkah bahwa Anda mengetahui semua hal tentang perangkat PDA?, disini Anda akan menemukan 10 fakta tentang PDA yang mungkin belum Anda ketahui sebelumnya.
Nabi Adam-nya PDA
Diperkenalkan tahun 1984, Psion 1 merupakan perangkat PDA pertama. Didalamnya memiliki fasilitas untuk menyimpan daftar kontak, jadwal kegiatan dan kalender elektronik, terdapat juga fungsi jam dan kalkulator, saat ini semua PDA memiliki fasilitas diatas bahkan lebih banyak lagi fungsi lainnya yang lebih canggih.
Apple memasuki Game Konsol berbasis PDA
Ketika Apple memperkenalkan Newton Message Pada pada tahun 1993, saat itu belum banyak produsen lain yang membuat perangkat genggam sejenis, sehingga kemunculannya cukup fenomenal, namun sayangnya PDA buatan Apple ini tidak begitu mendapat respon yang baik dari pasar disebabkan adanya beberapa permasalahan dalam perangkat lunaknya, salah satunya adalah fungsi handwriting recognition-nya yang tidak akurat menjadikan PDA ini kurang diminati. Saat ini kita menunggu kedatangan produk PDA baru dari Apple.
Perpindahan dari kayu ke "Palm"
Tahukah Anda bahwa sebuah bongkahan kayu menjadi sebuah insiprasi lahirnya perangkat Palm?, Jeff Hawkins, yang selanjutnya menjadi kepala perusahaan Palm Computing, mebentuk sebuah bongkahan kayu menjadi sesuatu yang enak dipegang dan selalu dibawa-bawanya dalam beberapa minggu, selanjutnya ia memperbaiki terus bentuknya sehingga enak digenggam dan terlahirlah sebuah PDA Palm Pilot.
PDA Terkecil di Dunia
Xircom Rex adalah PDA yang terkecil di dunia, produk ini diperkenalkan oleh perusahaan Penerbit Franklin Electronic, PDA ini diotaki dengan prosesor buatan intel, dengan berat 40 gram, menjadikan PDA ini dapat dimasukkan kedalam saku kemeja dan kita tidak akan merasakan bahwa kita sedang membawa PDA tersebut. Sayangnya Intel menghentikan pembuatan PDA ini karena penjualannya yang lambat. Saat ini memang banyak perangkat genggam yang dibuat menjadi lebih kecil, namun sampai saat ini kita tidak lagi menemukan PDA yang lebih kecil dari PDA buatan Xircom tersebut yang memang merupakan PDA terkecil yang pernah ada.
PDA Tercanggih di Dunia
Berdasarkan laporan yang dibuat oleh situs Guiness World Record, Compaq iPAQ PocketPC merupakan PDA yang paling canggih sehingga mendapat julukan "Most Powerful Personal Digital Assistant". Penghargaan tersebut diberikan pada bulan Januari 2001. PDA tersebut menggunakan prosesor XScale yang memang baru muncul dan tercepat pada saat itu, padahal seperti kita tahu bahwa di pasaran saat ini ada beberapa PDA yang diotaki dengan prosesor berkecepatan 624MHz, namun sampai detik ini iPAQ masih tetap merupakan PDA tercanggih, paling tidak itu menurut Guiness.
Bukan ke Palm, namun ke Pocket
Perangkat genggam yang menggunakan sistem operasi berbasis Windows CE dikenal dengan sebutan Palm PC. Namun menurut perusahaan 3Com yang memang pembuat PDA Palm Pilot, itu merupakan pelanggaran hak cipta, menurutnya sebutan Palm hanya untuk PDA buatan 3Com saja, karena itu Microsoft memutuskan untuk mengganti sebutan "Palm" untuk produk genggamnya. Saat ini, perangkat genggam yang menggunakan sistem operasi Microsoft disebut dengan PocketPC.
Menghitung Mundur jika Baterai Habis
PDA buatan HP seri Jornada 560 ini menggunakan metode yang unik untuk meberikan keterangan saat baterainya mulai habis. Bukannya menggunakan tanda bunyi seperti halnya perangkat lain pada umumnya, namun menampilkan angka hitung mundur seperti layaknya kita melihat angka yang muncul pada saat sebuah film akan diputar. PDA ini menghitung mundur mulai dari angka 5 ke 0. Sebuah pendekatan yang teatrikal untuk sebuah PDA.
Eggheads dalam Perangkat Genggam
Easter eggs adalah sebuah fungsi rahasia yang sengaja dimasukkan oleh programmer kedalam software PDA. Biasanya, pembuat program menyimpan dan menyembunyikan fungsi ini untuk menyisipkan namanya dalam produk yang dibuatnya. Beberapa perangkat Palm memiliki easter eggs yang dapat kita temukan. Salah satunya adalah jika kita menahan tombol PageDown lalu menarik garis lurus secara horizontal dari tengah-tengah area Grafitti kesebelah kiri menuju antara icon Application dan Menu, jika berhasil maka akan muncul mobil taxi warna kuning yang melintas pada layar Palm. Ternyata, Handspring telah merubah bentuk easter eggs tersebut dengan mobil sport berwarna merah. Jika Anda ingin mencari rahasia dibalilk Palm Anda silahkan masuk ke situs http://www.palmlife.com/egg.html atau jika masih kurang Anda bisa mencarinya dengan bantuan Google
Sebuah Pekerjaan Seni
Sebagian besar dari kita menyatakan bahwa PDA Palm merupakan perangkat produktifitas. Untuk sebagian orang, Palm merupakan media untuk berkreasi membuat karya seni. Nyatanya, seorang seniman asal Inggris bernama Tom Kemp membuat gambar besar berukuran 122 x 518 cm yang dia berinama "Analysis", menggunakan ribuan titik yang dibuat dengan menggunakan perangkat Palm Vx dengan bantuan software TealPaint, sebuah software untuk menggambar pada perangkat Palm. Setelah ia menggambar pada perangkat Palm, dengan bantuan komputer Macintosh lalu ia menggabungkan bagian-bagian terkecil tersebut menjadi satu kesatuan. Apakah ini merupakan sebuah karya seni murni? atau hanya sebuah usaha dari seseorang yang memiliki begitu banyak waktu luang?, sikahkan lihat hasil karyanya di situs http://www.tomkemp.com/poster/pages/detail.html. Apakah Anda juga mau mencoba menirunya?
Kucing menyerbu Perangkat Palm
Hello Kitty - adalah sebuah karakter kucing kartun buatan Sanrio Jepang telah dijadikan aplikasi launcher yang akan mengisi seluruh layar Palm Anda menjadi terlihat "manis" dengan tampilan gambar karakter kucing tanpa mulut ini, jika ingin memiliki aplikasi tersebut silahkan membelinya disitus ini https://www.airbitway.com/palm/prog/131_01_01_pc.php?CID=3GE003501
[Q]
Nabi Adam-nya PDA
Diperkenalkan tahun 1984, Psion 1 merupakan perangkat PDA pertama. Didalamnya memiliki fasilitas untuk menyimpan daftar kontak, jadwal kegiatan dan kalender elektronik, terdapat juga fungsi jam dan kalkulator, saat ini semua PDA memiliki fasilitas diatas bahkan lebih banyak lagi fungsi lainnya yang lebih canggih.
Apple memasuki Game Konsol berbasis PDA
Ketika Apple memperkenalkan Newton Message Pada pada tahun 1993, saat itu belum banyak produsen lain yang membuat perangkat genggam sejenis, sehingga kemunculannya cukup fenomenal, namun sayangnya PDA buatan Apple ini tidak begitu mendapat respon yang baik dari pasar disebabkan adanya beberapa permasalahan dalam perangkat lunaknya, salah satunya adalah fungsi handwriting recognition-nya yang tidak akurat menjadikan PDA ini kurang diminati. Saat ini kita menunggu kedatangan produk PDA baru dari Apple.
Perpindahan dari kayu ke "Palm"
Tahukah Anda bahwa sebuah bongkahan kayu menjadi sebuah insiprasi lahirnya perangkat Palm?, Jeff Hawkins, yang selanjutnya menjadi kepala perusahaan Palm Computing, mebentuk sebuah bongkahan kayu menjadi sesuatu yang enak dipegang dan selalu dibawa-bawanya dalam beberapa minggu, selanjutnya ia memperbaiki terus bentuknya sehingga enak digenggam dan terlahirlah sebuah PDA Palm Pilot.
PDA Terkecil di Dunia
Xircom Rex adalah PDA yang terkecil di dunia, produk ini diperkenalkan oleh perusahaan Penerbit Franklin Electronic, PDA ini diotaki dengan prosesor buatan intel, dengan berat 40 gram, menjadikan PDA ini dapat dimasukkan kedalam saku kemeja dan kita tidak akan merasakan bahwa kita sedang membawa PDA tersebut. Sayangnya Intel menghentikan pembuatan PDA ini karena penjualannya yang lambat. Saat ini memang banyak perangkat genggam yang dibuat menjadi lebih kecil, namun sampai saat ini kita tidak lagi menemukan PDA yang lebih kecil dari PDA buatan Xircom tersebut yang memang merupakan PDA terkecil yang pernah ada.
PDA Tercanggih di Dunia
Berdasarkan laporan yang dibuat oleh situs Guiness World Record, Compaq iPAQ PocketPC merupakan PDA yang paling canggih sehingga mendapat julukan "Most Powerful Personal Digital Assistant". Penghargaan tersebut diberikan pada bulan Januari 2001. PDA tersebut menggunakan prosesor XScale yang memang baru muncul dan tercepat pada saat itu, padahal seperti kita tahu bahwa di pasaran saat ini ada beberapa PDA yang diotaki dengan prosesor berkecepatan 624MHz, namun sampai detik ini iPAQ masih tetap merupakan PDA tercanggih, paling tidak itu menurut Guiness.
Bukan ke Palm, namun ke Pocket
Perangkat genggam yang menggunakan sistem operasi berbasis Windows CE dikenal dengan sebutan Palm PC. Namun menurut perusahaan 3Com yang memang pembuat PDA Palm Pilot, itu merupakan pelanggaran hak cipta, menurutnya sebutan Palm hanya untuk PDA buatan 3Com saja, karena itu Microsoft memutuskan untuk mengganti sebutan "Palm" untuk produk genggamnya. Saat ini, perangkat genggam yang menggunakan sistem operasi Microsoft disebut dengan PocketPC.
Menghitung Mundur jika Baterai Habis
PDA buatan HP seri Jornada 560 ini menggunakan metode yang unik untuk meberikan keterangan saat baterainya mulai habis. Bukannya menggunakan tanda bunyi seperti halnya perangkat lain pada umumnya, namun menampilkan angka hitung mundur seperti layaknya kita melihat angka yang muncul pada saat sebuah film akan diputar. PDA ini menghitung mundur mulai dari angka 5 ke 0. Sebuah pendekatan yang teatrikal untuk sebuah PDA.
Eggheads dalam Perangkat Genggam
Easter eggs adalah sebuah fungsi rahasia yang sengaja dimasukkan oleh programmer kedalam software PDA. Biasanya, pembuat program menyimpan dan menyembunyikan fungsi ini untuk menyisipkan namanya dalam produk yang dibuatnya. Beberapa perangkat Palm memiliki easter eggs yang dapat kita temukan. Salah satunya adalah jika kita menahan tombol PageDown lalu menarik garis lurus secara horizontal dari tengah-tengah area Grafitti kesebelah kiri menuju antara icon Application dan Menu, jika berhasil maka akan muncul mobil taxi warna kuning yang melintas pada layar Palm. Ternyata, Handspring telah merubah bentuk easter eggs tersebut dengan mobil sport berwarna merah. Jika Anda ingin mencari rahasia dibalilk Palm Anda silahkan masuk ke situs http://www.palmlife.com/egg.html atau jika masih kurang Anda bisa mencarinya dengan bantuan Google
Sebuah Pekerjaan Seni
Sebagian besar dari kita menyatakan bahwa PDA Palm merupakan perangkat produktifitas. Untuk sebagian orang, Palm merupakan media untuk berkreasi membuat karya seni. Nyatanya, seorang seniman asal Inggris bernama Tom Kemp membuat gambar besar berukuran 122 x 518 cm yang dia berinama "Analysis", menggunakan ribuan titik yang dibuat dengan menggunakan perangkat Palm Vx dengan bantuan software TealPaint, sebuah software untuk menggambar pada perangkat Palm. Setelah ia menggambar pada perangkat Palm, dengan bantuan komputer Macintosh lalu ia menggabungkan bagian-bagian terkecil tersebut menjadi satu kesatuan. Apakah ini merupakan sebuah karya seni murni? atau hanya sebuah usaha dari seseorang yang memiliki begitu banyak waktu luang?, sikahkan lihat hasil karyanya di situs http://www.tomkemp.com/poster/pages/detail.html. Apakah Anda juga mau mencoba menirunya?
Kucing menyerbu Perangkat Palm
Hello Kitty - adalah sebuah karakter kucing kartun buatan Sanrio Jepang telah dijadikan aplikasi launcher yang akan mengisi seluruh layar Palm Anda menjadi terlihat "manis" dengan tampilan gambar karakter kucing tanpa mulut ini, jika ingin memiliki aplikasi tersebut silahkan membelinya disitus ini https://www.airbitway.com/palm/prog/131_01_01_pc.php?CID=3GE003501
[Q]
Subscribe to:
Posts (Atom)